3. Mahasiswa yang mampu berperan aktif sebagai agen perubahan.
Dengan demikian, UNUKASE berupaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, kontekstual, dan berakar kuat pada kebutuhan masyarakat.
Pendidikan yang Membebaskan, Ilmu yang Menghidupkan
Menjelang akhir sambutan, Rektor kembali menegaskan pentingnya memahami pendidikan sebagai proses yang membebaskan dan memberdayakan. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk meneladani pemikiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan Indonesia.
“Ilmu bukan untuk disimpan di rak perpustakaan, tetapi untuk dihidupkan dalam kehidupan nyata. Pendidikan sejati adalah yang membebaskan dan memberdayakan,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh unsur kampus untuk terus memperkuat komitmen terhadap transformasi pendidikan yang inklusif, relevan, dan berpihak pada kemajuan bangsa.
Dengan semangat tersebut, peringatan Hardiknas 2025 di UNUKASE bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan menjadi pengingat akan tanggung jawab besar lembaga pendidikan tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kampus harus terus hadir sebagai ruang hidup bagi ilmu pengetahuan yang berdampak dan berakar pada realitas sosial.
Dirgahayu Pendidikan Nasional 2025!
(Humas UNUKASE/mpd)
Editor : Haidar
Halaman : 1 2















