Surabaya — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Universitas PGRI Kalimantan (UPK) resmi mempererat kolaborasi strategis dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini dituangkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) dan Perjanjian Pelaksanaan Kerja Sama (Implementation Arrangement/IA) yang berlangsung di kampus Unesa pada 3 November 2025.
Melalui Program Magang dan Detasering Dosen Tahun 2025, Unesa berperan sebagai Perguruan Tinggi Sumber (Pertisum) dan UPK sebagai Perguruan Tinggi Sasaran (Pertisas). Kegiatan tersebut dilaksanakan di kedua kampus dan menjadi bagian dari program hibah Direktorat Sumber Daya Dikti Kemendikbudristek. Tujuan utamanya adalah memperkuat kapasitas dosen sekaligus memperluas kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan ini, hadir perwakilan dari UPK, antara lain Ida Komalasari, Erni Susilawati, Haswinda Harpriyanti, Kamariah, dan Noor Indah Wulandari.
Penandatanganan MoA menjadi dasar bagi kedua universitas untuk melaksanakan beragam program kolaboratif dalam pengembangan akademik dan peningkatan mutu pendidikan. Sementara itu, IA menegaskan kerja sama antara Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unesa dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UPK, khususnya dalam pelaksanaan program magang dosen dan detasering.
Perwakilan UPK menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat serta dukungan dari Unesa dan berbagai pihak yang terlibat. Mereka juga berterima kasih kepada Direktorat Sumber Daya Dikti Kemendikbudristek serta Unesa sebagai Perguruan Tinggi Sumber yang telah memfasilitasi program ini.
“Kami merasa terhormat dapat belajar dan berkolaborasi dengan Unesa. Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk meningkatkan kompetensi dosen dan memperkuat implementasi Tridarma di UPK,” ujar salah satu delegasi UPK.
Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama ini melalui berbagai langkah konkret, seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta program pengabdian masyarakat lintas wilayah.
Dengan penandatanganan MoA dan IA ini, Unesa dan UPK meneguhkan komitmen mereka untuk memperkuat jejaring antarperguruan tinggi di Indonesia, demi mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.















