Tak Responsif ke Petani, Pimpinan Bulog Kalsel Dicopot Menteri Pertanian

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 15:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Tanah Laut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Tanah Laut.

Tanah Laut – Pimpinan Wilayah Bulog Kalimantan Selatan, Dani Satrio, resmi dicopot dari jabatannya pada Selasa (18/3) malam. Keputusan ini merupakan dampak dari kunjungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, ke Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Menteri Amran mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Bulog Kalsel, yang dinilai tidak responsif terhadap kepentingan petani. Ia menyoroti bagaimana petani dibiarkan menunggu kepastian harga di sawah, sementara Bulog hanya menunggu di gudang tanpa mengambil langkah aktif.

“Kalau ada yang tidak mau bekerja untuk rakyat, lebih baik minggir,” tegas Amran.

Salah satu permasalahan utama yang disoroti adalah ketidaksiapan Bulog Kalsel dalam menyerap gabah petani. Akibatnya, banyak petani terpaksa menjual hasil panen mereka kepada tengkulak dengan harga di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Selain itu, persyaratan pembelian yang dianggap memberatkan seperti kewajiban gabah harus benar-benar kering, serta keterlambatan pembayaran dari Bulog semakin menyulitkan petani dalam memutar modal.

Baca Juga:  Awal Tahun Diterjang Banjir, Bupati Tanah Laut Gerak Cepat Tinjau Wilayah Terdampak

Melihat kondisi tersebut, Amran mengambil langkah tegas dengan mencopot Dani Satrio dari jabatannya sebagai Pimwil Bulog Kalsel. Ia menegaskan bahwa keputusan ini bukan sebagai hukuman, melainkan upaya serius untuk memperbaiki sistem serapan gabah petani.

“Pencopotan ini bukan bentuk hukuman, tetapi langkah nyata untuk meningkatkan sistem serapan gabah ke depan,” ujar Amran.

Amran juga menginstruksikan agar Bulog Kalsel lebih proaktif turun ke lapangan dan memastikan petani tidak lagi menunggu kepastian harga terlalu lama. Ia menekankan pentingnya perubahan sistem agar petani tidak terus dirugikan.

“Kita tidak bisa membiarkan petani terus merugi. Harus ada perbaikan nyata, bukan sekadar menunggu di gudang,” tandasnya.

Dengan langkah ini, diharapkan sistem serapan gabah di Kalimantan Selatan dapat diperbaiki, sehingga harga gabah tetap stabil dan petani tidak lagi merasa terabaikan saat panen raya.

Berita Terkait

Bupati Cup Tanah Laut 2026 Dimulai, Rahmat Trianto Dorong Pembinaan Atlet Muda Tanah Laut
96 Santri dan Mahasiswa Keagamaan Terima Beasiswa dari Pemkab Tanah Laut
Kapolres Tanah Bumbu Mengedukasi Pelajar Tentang Narkoba Sampai Perundungan
Kapolres Tanah Bumbu Mengatur Langsung Lalu Lintas di Depan Sekolah
Kapolres Tanah Bumbu Tinjau Warga Terdampak Kebakaran di Gang Andalas
GOW Tanah Laut Libatkan Perempuan Kelola Sampah Serta Jaga Kesehatan
Dinsos Tanah Laut Berkaloborasi Dengan SKPD Untuk Pasok Air Bersih
Ikon Baru Tanah Laut! Tugu 0 Kilometer Pelaihari Diresmikan, Satu-Satunya di Kalsel yang Bisa Berputar

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:24 WITA

Bupati Cup Tanah Laut 2026 Dimulai, Rahmat Trianto Dorong Pembinaan Atlet Muda Tanah Laut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Mengedukasi Pelajar Tentang Narkoba Sampai Perundungan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Mengatur Langsung Lalu Lintas di Depan Sekolah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Tinjau Warga Terdampak Kebakaran di Gang Andalas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:48 WITA

GOW Tanah Laut Libatkan Perempuan Kelola Sampah Serta Jaga Kesehatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Dinsos Tanah Laut Berkaloborasi Dengan SKPD Untuk Pasok Air Bersih

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Ikon Baru Tanah Laut! Tugu 0 Kilometer Pelaihari Diresmikan, Satu-Satunya di Kalsel yang Bisa Berputar

Selasa, 29 September 2026 - 06:30 WITA

Semangat Baru Pemuda Kalsel Menyala di Pantai Takisung: Ajang KKBW ke-37 Resmi Dibuka

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x