Ming. Mei 19th, 2024

PELITANUSANTARA.NET-  Ditahun 2021 bertepatan tanggal cantik 12.02.2021 yang mana warga tioghoa seluruh dunia merayakan hari imlek atau di sebut tahun baru cina sehingga banyak warga yang mengucapkan selamat dan tidak ketinggalan juga Panglima Laskar Banua Borneo (LBB) H. Risdianto Haleng HB yang ditemui awak media pelitanusantara.net di kantor pribadinya mengucapkan, Selamat Tahun Baru Imlek bagi Warga Kota Tanah Bumbu yang merayakan.

Dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang ke 2572 ini, Risdianto mengharapkan masyarakat Indonesia khususnya Tanah Bumbu, dapat terhindar dari perselisihan, baik antar umat beragama, suku, maupun etnis.

Saat disinggung apakah ada pengalaman pribadi dengan perayaan Imlek, Risdianto dengan candaan khas nya menerangkan, jika bepergian kewilayah Jakarta misalnya, iya sering disangka keturunan Tionghoa oleh rekan kerjanya.

” Iya, kalau lagi ada kerjaan di Jakarta, itu saya sering sekali disebut kokoh, apalagi kalau mengenakan pakaian batik naga ” ungkapnya sambil tertawa.

Selain itu, pria berwajah oriental keturunan asli Mandar ini berharap, dengan adanya momentum ini, semoga dapat membawa semangat persatuan juga bisa membawa semangat baru bagi masyarakat Kota Tanah Bumbu yang merayakan.

Ia menyampaikan, atas nama Laskar Banua Borneo dan pribadi, kami ucapkan doa tulus untuk masyarakat Tanah Bumbu serta teman atau relasi yang merayakan Imlek pada 12 Februari 2021 ini.

Yang mana menurut kalender Cina, tahun ini dunia akan memasuki Tahun Kerbau yang menandakan semangat kerja keras, semoga ini juga bisa membawa hal-hal positif untuk melewati kemuraman akibat pandemi Covid-19.

“Semoga di tahun 2021 yang memasuki tahun kerbau logam, Tanah Bumbu dan negara Indonesia diberikan kesehatan, berkat rejeki, dan keberuntungan, serta kemakmuran yang berlimpah,” pungkasnya.

Baca Juga  Nakes Lansia Bakal Turut Divaksin Covid-19

dengan ucapan dari Panglima laskar tersebut bisa jadi ajang silaturahmi antar agama dan suku selalu terjaga yang dimana tepatnya kabupaten Tanah Bumbu mempunyai multi suku dan multi agama tetapi dengan perbedaan itu tetap terjaga untuk persatuan dan perkembangan tanah bumbu lebih maju.  (kam)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *