Pelitanusantara.net – Dalam momen ulang tahun Tanah Bumbu yang ke 20 ini, Pemerintah setempat juga tengah menyiapkan objek wisata yang kedepan bakal menjadi unggulan, bukan hanya Tanah Bumbu saja tetapi juga menjadi ikon religi Kalimantan Selatan, yaitu Masjid Terapung di daerah Pantai Pagatan Kecamatan Kusan Hilir. Bersinergi dengan Masjid Apung, dilokasi yang sama, Pemkab Tanah Bumbu juga menata Siring Pagatan yang akan dijadikan wisata unggulan bertema Serambi Madinah. Tak kalah pentingnya, Kabupaten Tanah Bumbu juga tengah merehab Makam Kubah Pagatan di Kecamatan Kusan Hilir dengan sistem multiyear dan ditarget rampung pengerjaannya pada tahun 2023.


Sehingga dengan demikian, diharapkan terbangunnya berbagai objek wisata yang refresentatif di Kabupaten Tanah Bumbu pada seluruh sektor bidang kepariwisataan tersebut, baik objek wisata Masjid Apung, Siring Pagatan, dan wisata religi, selain dapat menumbuhkan perekonomian seluruh warga masyarakat, juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Tanah Bumbu kedepan.

Tanah Bumbu juga memiliki potensi tawar investasi yang menarik sebagai penyokong IKN. Salah satunya adalah potensi sektor pertanian. Terkait sektor pertanian ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus meningkatkan kapasitas produktivitas padi di Bumi Bersujud. Sektor pertanian ini diharapkan mampu berkontribusi terhadap kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara yang tentunya juga harus di dukung dengan keberadaan Bendungan Kusan yang terus diupayakan pemerintah daerah agar dapat terbangun di Tanah Bumbu.
Selain pertanian, sektor perikanan juga sangat menjanjikan, yang mana sebagian wilayah Kabupaten Tanah Bumbu bersentuhan langsung dengan perairan dan laut. Adapun sektor perikanan tersebut, terbagi menjadi perikanan laut, perairan umum, dan budidaya.

Pada sektor perikanan ini, terus terjadi peningkatan produksi yang mana tercatat pada tahun 2021 produksi perikanan laut sebanyak 43,258.81 ton dan meningkat ditahun 2022 menjadi 43,259.90 ton. Sedangkan produksi perikanan perairan umum pada tahun 2021 sebanyak 2,567.08 ton dan tahun 2022 sebanyak 2,576.23 ton. Pada perikanan budidaya (tambak, kolam, keramba, jarring apung, dll) jumlah produksi tahun 2021 sebanyak 5,781.57 ton, dan tahun 2022 sebanyak 5,941.56 ton.
Pada tahun 2023, pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan mentargetkan jumlah produksi perikanan meningkat pada perikanan laut dan perairan umum yakni 45,966.70 ton, dan budidaya meningkat menjadi 6,001.72 ton.
Meningkatnya produksi perikanan tersebut selain didukung musim yang bersahabat, juga karena bantuan yang terus dialurkan baik untuk pembudidaya maupun kepada nelayan seperti bantuan sarana dan prasarana perikanan tangkap seperti alat tangkap, mesin kapal, dan alat bantu/GPS. Bantuan sarana dan prasarana perikanan budidaya seperti normalisasi dan rehabilitasi tanggul tambak, rehabilitasi instalasi budidaya, rehab BBI, pelatihan dan sertifikasi cara budidaya ikan yang baik, dan bimtek pembuatan pakan ikan melalui pendampingan secara langsung kepada pelaku utama.

Hasil perikanan Tanah Bumbu juga diolah melalui industry rumah tangga yang mana saat ini ada sebanyak 40 kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan dengan jumlah sebanyak 460 orang terdiri dari kelompok pengolah sebanyak 29 kelompok terdiri dari 283 orang, kelompok pemasar sebanyak 29 kelompok dengan jumlah 177 orang. Untuk industry produk rumah tangga disektor perikanan berkembang dengan baik sejak tahun 2011 hingga sekarang.
Bertepatan pada Hari Jadi ke-20 Kabupaten Tanah Bumbu ini pula, Abah Zairullah Azhar akan melaunching produk khas pengalengan ikan tenggiri yang bahan dasarnya didapat dari nelayan Tanah Bumbu.
Mewujudkan tata kelola pemerintahan dengan berorietasi pada pelayanan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya, menjadi perhatian serius kepemimpinan Bupati H.M. Zairullah Azhar dan Wakil Bupati H. Muhammad Rusli, untuk itu pemerintah daerah berkomitmen mewujudkan pemerintahan digital dengan terus mendorong Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Bumi Bersujud. (Rel)















