Kabupaten Banjar Terkepung Banjir: Kompleks Perumahan dan Desa-Desa Terendam

- Penulis

Selasa, 28 Januari 2025 - 13:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas DPKP Kabupaten Banjar mengevakuasi warga Komplek Green Arena Megatama, di Desa Labuan Tabu, Kecamatan Martapura pada Minggu (26/1) malam

Petugas DPKP Kabupaten Banjar mengevakuasi warga Komplek Green Arena Megatama, di Desa Labuan Tabu, Kecamatan Martapura pada Minggu (26/1) malam

Martapura – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Banjar terus memicu bencana banjir dan tanah longsor, yang kini semakin meluas. Berdasarkan informasi dari Pusdalops PB BPBD Kabupaten Banjar, jumlah desa terdampak banjir mengalami peningkatan signifikan per tanggal 27 Januari 2025.

Norhasanah, petugas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Banjar, mengungkapkan intensitas hujan tinggi menjadi penyebab utama bencana ini.

“Seperti yang terjadi pada Minggu (26/1) malam, hujan lebat sejak pagi hingga malam menyebabkan daerah-daerah baru ikut terdampak banjir,” jelasnya.

Wilayah seperti Awang Bangkal, Sambung Makmur, Pengaron, Simpang Empat, dan Rantau Nangka menjadi lokasi dengan dampak terparah. Salah satu contoh adalah Kompleks Grand Arena Megatama di Desa Labuan Tabu, Kecamatan Martapura, yang terendam banjir hingga ketinggian 2 meter.

“Sekitar 150 warga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman menggunakan perahu karet,” kata Sutan Sahir, Komandan Regu DPKP Kabupaten Banjar.

Tim evakuasi melibatkan BPBD, dinas damkar, PMI, TNI, polisi, serta relawan gabungan.

Tidak hanya rumah, banjir juga menenggelamkan kendaraan dan barang berharga warga.

“Tahun ini banjir terparah dibanding sebelumnya,” ungkap Sutan Sahir.

Baca Juga:  DPRD Gelar Rapat Paripurna tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah serta Penggaraan Ketahanan Pangan dan Gizi  

Selain banjir, hujan deras juga memicu tanah longsor di Desa Madurejo dan Desa Batu Tanam, Kecamatan Sambung Makmur. Di Desa Madurejo, longsor menimpa salah satu rumah warga, menewaskan dua ekor sapi, meski tidak ada korban jiwa. Di Desa Batu Tanam, material longsor menutup jalan utama sehingga menghambat aktivitas warga.

Camat Sambung Makmur, Yuana Karta Abidin, memastikan bahwa penanganan darurat sudah dilakukan.

“Warga bekerja sama dengan aparat desa untuk membersihkan akses jalan,” ujarnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, mengungkapkan bahwa update data desa terdampak banjir masih dirapatkan. Hingga 21 Januari 2025, tercatat 24 desa dari 7 kecamatan terdampak banjir.

“Dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini, kemungkinan jumlah desa terdampak akan terus bertambah,” ucapnya.

Bencana yang melanda Kabupaten Banjar merupakan rangkaian dampak hidro-iklim yang diprediksi masih akan berlanjut seiring tingginya intensitas curah hujan. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus mengupayakan langkah darurat untuk menanggulangi dampak bencana serta memastikan keselamatan warga.

Berita Terkait

BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Bekali Ahli Waris JKM Jadi Wirausaha Mandiri Lewat Program PEKA
IKKD Tanah Laut Dukung Warga Kuala Tambangan, Desak Aparat Tindak Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi
Dishub Tanah Laut Gelar Ramp Check Angkutan, Perkuat Keselamatan Transportasi Melalui Sinergi Lintas Instansi
46 Mahasiswa STIKES Intan Martapura Resmi Diyudisium, Tradisi Mandi Kembang Jadi Simbol Awal Pengabdian kepada Masyarakat
UNUKASE Kembali Lolos Pendanaan Nasional, Prodi Agribisnis Kantongi Hibah Rp437 Juta
BPBD Tanah Bumbu Siapkan Generasi Tangguh Hadapi Bencana Lewat Program RENJANA
Polres Tanah Bumbu Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Kapolres Tekankan Kesiapan Personel dan Peralatan
BPJS Ketenagakerjaan Batulicin Serahkan Manfaat Rp162,3 Juta kepada Ahli Waris Petani di Tanah Bumbu

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:40 WITA

MBG di Hulu Sungai Utara: Upaya Cegah Stunting dan Tingkat Presentasi Belajar

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:30 WITA

MBG DAN ANGGARAN RAKSASA: SIAPA YANG SUNGGUH DIUNTUNGKAN?

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:19 WITA

Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Kebiijakan Publik Menimbang Manfaat Sosial, Efektifitas Implementasi dan Risiko terhadap Ketahanan Fiskal Negara

Minggu, 26 Juli 2026 - 03:54 WITA

Transformasi Gizi Nasional: Menakar Progres, Tantangan, dan Dampak Strategis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tengah Dinamika Kebijakan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:30 WITA

Menakar Realitas Makan Bergizi Gratis di Bumi Agung: Antara Retorika Nasional dan Tantangan Lokal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:32 WITA

MBG di Hulu Sungai Utara: Menakar Kebijakan, Anggaran, dan Dampaknya bagi Masyarakat

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:49 WITA

Tapin: Antara Tambang, Sawah, dan Masa Depan Warganya

Selasa, 23 September 2025 - 11:12 WITA

KAPOLRI MENDAHULUI ATAU “MELAWAN” PRESIDEN?

Berita Terbaru

Opini

MBG DAN ANGGARAN RAKSASA: SIAPA YANG SUNGGUH DIUNTUNGKAN?

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:30 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x