Tanah Bumbu – Kepergian H. Hasudungan bukan sekadar kabar duka bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga menjadi pengingat atas jejak panjang perjuangan lahirnya Kabupaten Tanah Bumbu. Di tengah geliat pembangunan yang terus bergerak maju, daerah ini kembali menoleh ke belakang, mengenang sosok yang pernah berdiri di barisan terdepan saat pemekaran masih sebatas harapan.
Beliau wafat pada Minggu (08/02/2026) setelah menjalani perawatan akibat sakit. Informasi duka tersebut turut dibenarkan Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin.
Bagi Hasanuddin, almarhum bukan hanya rekan seperjuangan, tetapi juga sahabat lama yang memahami betul dinamika proses pemekaran dari Kabupaten Kotabaru hingga resmi berdirinya Tanah Bumbu pada 2003 silam.
“Saya mengenal beliau sejak lama. Almarhum termasuk salah satu tokoh yang aktif dalam panitia pengusulan pemekaran wilayah. Banyak gagasan dan tenaga yang beliau curahkan untuk terbentuknya Kabupaten Tanah Bumbu,” ujar Hasanuddin.
Ia menilai, semangat yang ditunjukkan H. Hasudungan pada masa-masa awal perjuangan patut menjadi teladan generasi saat ini. Di masa ketika infrastruktur dan akses masih terbatas, komitmen para tokoh pemekaran menjadi fondasi lahirnya daerah otonom baru yang kini terus berkembang.
Lebih dari itu, Hasanuddin mengenang almarhum sebagai pribadi yang terbuka dan ringan tangan. Dalam berbagai diskusi, H. Hasudungan disebut kerap menyumbangkan pemikiran, sekaligus menjaga soliditas di antara para pejuang pemekaran.
“Sosoknya ramah, mudah bergaul, dan selalu siap membantu. Kami tentu merasa kehilangan,” tutupnya.
Kepergian H. Hasudungan menjadi bab penting dalam catatan sejarah Tanah Bumbu, bahwa di balik berdirinya sebuah kabupaten, ada dedikasi, kebersamaan, dan pengorbanan para tokoh yang kini satu per satu mulai meninggalkan jejak kenangan.















