Pelitanusantara.net – Martapura, Kamis (7/7/2022) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan melakukan donasi buat warga tidak mampu yang mengalami penyakit melepuh pada bagian tubuh dan saat ini masih terbaring di rumahnya. Hal ini merupakan bagian dari kegiatan “KNPI Peduli”.
Warga Desa Keliling Benteng Tengah RT 02 Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Muhammad Fauji (40) menderita penyakit yang membuat sekujur badannya melepuh, kondisi melepuh tersebut sudah dialamanya cukup lama.
Anggota DPD KNPI Kabupaten Banjar yang juga warga Desa Keliling Benteng Tengah Muhammad Yasir, ia mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setelah melihat kondisi penyakit serta ekonomi warga yang menderita penyakit langka tersebut. Kemudian kami koordinasikan dengan Bung Rahmat Saleh, S.HI selaku Ketua DPD KNPI Kabupaten Banjar beserta jajaran pengurus lainnya.
Selanjutnya dilaksanakan open donasi.
“Kami sudah melakukan penggalangan dana untuk warga yang sedang sakit dan membutuhkan bantuan, sudah kami buka donasi tersebut dan kami serahkan hari ini dengan jumlah sumbangan sebesar Rp. 1.413.000,” ungkapnya.
Bantuan tersebut secara langsung diserahkan kepada korban, Muhammad Yasir menjelaskan, walau bantuan yang kita berikan tidak seberapa, semoga bantuan ini bisa digunakan untuk pengobatan dan sebagainya.
“Ini kepedulian kita terhadap warga yang mendapat musibah seperti ini, dan kita berharap nantinya bisa lagi memberikan bantuan kepada warga yang mendapat musibah dan sebagainya,” ungkapnya
Muhammad Fauji dan keluarga menyambut gembira donasi yg diserahkan pihak DPD KNPI Kab. Banjar ini.
Muhammad Fauji juga menuturkan bahwa dirinya merasakan penyakit ini sudah lama, namun merasakan begitu sakitnya akibat melepuh tersebut dalam seminggu terakhir ini dan harus melakukan pengobatan.
“Setelah merasa perih, langsung memeriksakan ke bidan desa yang ada di Desa Keliling Benteng Tengah, bidan menyarankan untuk ke puskesmas, setelah periksa di puskesmas pihak puskesmas menyarankan untuk ke rumah sakit,” tuturnya.
Pada hari sabtu tanggal 2 Juli 2022 penderita dirujuk kerumah sakit dengan bantuan program pemerintah Bagamis karena tergolong masyarakat yang tidak mampu.















