Banjar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banjar menegaskan pentingnya menjaga semangat perjuangan ulama dan santri. Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Banjar, Ustadz Muhammad Jauhari menyapaikan pesan-pesan tersebut saat mewakili Ketua PCNU Kabupaten Banjar dalam pembukaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 se-Kalimantan Selatan di Kabupaten Banjar, Kamis (22/10/2026).
Dalam sambutannya, Muhammad Jauhari menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banjar. Karena telah memberi dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Hari Santri Nasional yang tergelar setiap tahun. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada 54 pondok pesantren dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Jauhari mengingatkan bahwa ulama dan santri memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, jasa dan perjuangan mereka harus terus dikenang serta menjadi inspirasi bagi generasi santri masa kini.
Menurutnya, jika dahulu ulama dan santri berjuang melawan penjajah dengan senjata. Maka saat ini mereka melanjutkan perjuangan dengan melawan kebodohan dan keterbelakangan melalui pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa menjadi santri bukan sekadar status sebagai seseorang yang pernah menempuh pendidikan di pondok pesantren. Melainkan karakter yang tercermin dalam akhlak, kesungguhan mempelajari Al-Qur’an, kecintaan terhadap tanah air, serta kemauan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Jauhari menegaskan bahwa seseorang tidak kehilangan nilai-nilai kesantrian meskipun telah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren. Menurutnya, semangat dan karakter santri harus terus melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai kesantrian, lanjutnya, siapa saja yang menerapkan akhlak dan perilaku santri akan memilikinya. Meskipun tidak pernah mengenyam pendidikan formal di pesantren.
Ia turut menegaskan peran Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan penetapan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan bangsa sekaligus melanjutkan nilai-nilai perjuangan tersebut pada masa kini.
Selain itu, Jauhari mengapresiasi perkembangan perhatian pemerintah terhadap dunia pesantren, termasuk keberadaan Direktorat Jenderal Pesantren. Ia berharap perhatian dan dukungan terhadap pesantren terus meningkat agar lembaga pendidikan Islam tersebut semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat dan bangsa.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional, PCNU Kabupaten Banjar berharap para santri terus memperkuat keilmuan, menjaga akhlak, mencintai tanah air, serta mengambil bagian dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Rangkaian kegiatan HSN 2026 se-Kalimantan Selatan di Kabupaten Banjar berlangsung pada 22–27 Oktober 2026. Selain itu, sebanyak 54 pondok pesantren dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan mengikuti kegiatan ini.
Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”

















