Tanah Laut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut menggelar panen padi serentak di 11 kecamatan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Senin (13/07/2026), menjadi momentum memperkuat produktivitas sektor pertanian di Bumi Tuntung Pandang.
Panen raya tersebut merupakan inisiatif Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tanah Laut yang melibatkan pemerintah daerah, kelompok tani, brigade pangan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menyampaikan apresiasi kepada para petani yang tetap mampu mempertahankan produktivitas meski menghadapi tantangan cuaca dan perubahan musim.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan panen serentak menunjukkan semangat petani dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Dari 11 kecamatan yang mengikuti kegiatan tersebut, sebanyak 10 kecamatan telah berhasil menerapkan Indeks Pertanaman (IP) 200, sementara Kecamatan Panyipatan masih menerapkan IP 100 karena memanfaatkan lahan cetak sawah baru milik masyarakat.
“Peningkatan dari IP 100 menjadi IP 200 tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” ujar Rahmat Trianto.
Bupati menjelaskan, produksi padi Kabupaten Tanah Laut saat ini telah mencapai sekitar 99 ribu ton. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya luas tanam yang naik dari sekitar 45 ribu hektare pada 2024 menjadi 50 ribu hektare pada 2025.
Dengan perluasan areal tanam tersebut, produksi padi diproyeksikan mampu melampaui 176 ribu ton dan terus mengalami peningkatan pada tahun-tahun berikutnya.
Selain perluasan lahan, Pemkab Tanah Laut juga terus mendorong modernisasi pertanian melalui optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah disalurkan kepada kelompok tani.
Rahmat mengungkapkan bahwa efektivitas penggunaan bantuan alsintan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan hasil panen.
“Ada pekerjaan rumah bagi saya, yakni 27.000 alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diberikan kepada Tala. Saya berharap tahun ini produksi dapat meningkat,” tegasnya.
Bahkan, Rahmat memasang target yang lebih tinggi agar produksi padi Tanah Laut mampu melampaui 200 ribu ton hingga akhir tahun.
“Harus di atas 200 ribu ton target dari Kepala Dinas. Semoga akhir tahun nanti kita dapat melebihi pencapaian tersebut,” harapnya.
Menurut Rahmat, panen serentak di 11 kecamatan tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan beras sehingga mampu menekan gejolak harga dan inflasi daerah.
Ia juga membuka ruang komunikasi dengan wilayah yang produktivitasnya masih belum optimal agar solusi dapat dirumuskan bersama sesuai kondisi masing-masing daerah.
“IP 200 dapat berjalan lancar jika kita bersama-sama bersinergi. Produksi pertanian akan terus meningkat jika kita terus bersinergi. Besar harapan enam bulan ke depan untuk kemakmuran warga Tala yang berprofesi sebagai petani,” pungkasnya.
Panen raya serentak tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tanah Laut, Kepala Distanhorbun, para camat, perwakilan kelompok tani, serta brigade pangan yang selama ini berperan mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.















