Banjar – Tim dosen Kompartemen Kritis Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Skrining Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Jantung Koroner”.
Kegiatan berlangsung pada Selasa 15 Juli 2025 di Desa Keliling Benteng Ulu, wilayah kerja Puskesmas Martapura Barat, sebagai bagian dari Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) ULM.
Sebagai upaya deteksi dini, kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko penyakit jantung koroner melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, tinggi badan, dan berat badan.
Sejak tokoh masyarakat setempat membuka kegiatan dengan sambutan, warga langsung menunjukkan antusiasme tinggi untuk berpartisipasi.
Sementara itu, Tim pengabdian terdiri dari Ketua Tim Hayatus Sa’adah Ayu Lestari, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama dua anggota, Tina Handayani Nasution, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Imran Pashar, S.Kep., Ns., M.Kep.
Kegiatan berjalan lancar berkat kolaborasi erat antara tim dosen, tenaga kesehatan Puskesmas Martapura Barat, dan pemerintah desa. Masyarakat mengikuti skrining dengan semangat, mencerminkan tingginya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung.
Selain pengabdian, tim dosen juga menjalankan Program Dosen Wajib Meneliti (PDWM) dengan tema “Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Jantung Koroner di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Barat”. Penelitian dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada responden terpilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan.
Melalui pengumpulan data ini, tim berharap dapat mengidentifikasi faktor risiko yang bisa dimitigasi lewat pendekatan promotif dan preventif. Sinergi pengabdian dan penelitian ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Apresiasi Pihak Puskesmas dan Pemerintah Setempat
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Kepala Puskesmas Martapura Barat, H. Alfiansyah, S.Kep., Ns., menyampaikan apresiasi atas kontribusi dosen ULM.
“Kami sangat terbantu. Kegiatan ini menyentuh langsung masyarakat dan memberikan edukasi penting terkait deteksi dini,” ujarnya.
Pemerintah desa dan pihak kecamatan menilai kegiatan seperti ini sangat relevan untuk meningkatkan kesadaran penyakit tidak menular dan mendorong pelaksanaannya secara rutin di desa-desa lain.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengabdian masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat mendanai program ini melalui anggaran internal Tahun 2025.
Ketua Tim, Hayatus Sa’adah Ayu Lestari, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal membangun budaya hidup sehat.
“Kami ingin masyarakat lebih peduli terhadap pencegahan penyakit jantung sebelum muncul komplikasi,” ungkapnya.
Ke depan, tim dosen berharap hasil skrining dan penelitian dapat menjadi referensi kebijakan lokal dalam upaya pencegahan penyakit jantung.
Universitas Lambung Mangkurat berkomitmen memperkuat peran dosen menjawab persoalan masyarakat lewat pendanaan internal dan Tri Dharma berkelanjutan.















