Banjarmasin – Suasana pagi di Gatot Subroto, Banjarmasin, menjadi saksi dari pertemuan yang sangat berarti antara H. Risdianto Haleng, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan calon legislatif (caleg) DPR RI dapil Kalsel 2, dengan Tuan Guru K.H. Madyannoor, Pengasuh Majelis Husnul Khatimah. Pertemuan tersebut menjadi panggung diskusi hangat mengenai isu-isu politik menjelang Pemilu mendatang.
Pertemuan yang berlangsung pada Selasa pagi (26/12) ini, menandai komitmen H. Risdianto Haleng untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan tokoh-tokoh agama dalam rangka memahami kebutuhan serta harapan warga Kalsel.
Dalam suasana penuh keakraban, H. Risdianto Haleng dan K.H. Madyannoor terlibat dalam diskusi mendalam mengenai isu-isu politik yang tengah hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. Pemilu mendatang menjadi topik utama, dan keduanya saling bertukar pandangan mengenai strategi yang dapat diimplementasikan untuk mencapai keberhasilan dalam perhelatan demokrasi tersebut.
H. Risdianto Haleng, yang juga merupakan tokoh masyarakat di Kalsel, menegaskan bahwa mendengarkan masukan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, sangat penting dalam merumuskan program-program legislasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
K.H. Madyannoor, dengan bijaknya, memberikan saran dan masukan berharga kepada H. Risdianto Haleng. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah perlunya memperbanyak silaturahmi dengan warga. Menurut beliau, saat ini, warga sudah semakin cerdas dalam memilih wakil rakyat. Warga cenderung memilih figur yang dekat dengan tokoh-tokoh masyarakat.
“Memasang banyak baliho itu tidak menjadi patokan untuk dipilih masyarakat sekarang. Masyarakat butuh figur yang turun langsung bersilaturahmi.” ucap beliau.
Beliau juga menekankan pentingnya kedekatan dan keterlibatan langsung dengan warga sebagai kunci keberhasilan dalam dunia politik. Memberikan inspirasi dan energi positif kepada H. Risdianto Haleng, K.H. Madyannoor menjadi suara bijak yang dapat membimbing langkah-langkah politisi muda ini dalam mencapai dukungan masyarakat.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi momentum berharga untuk berdiskusi, tetapi juga untuk membangun kepercayaan antara tokoh politik dan tokoh agama dengan warga. Silaturahmi yang terjalin dengan baik diharapkan dapat menciptakan hubungan yang erat antara pemimpin dan masyarakat, sesuai dengan arahan K.H. Madyannoor.















