Pemalang – Kejadian menghebohkan di dunia maya ini melibatkan seorang gadis remaja yang terekam video mengacungkan senjata tajam (sajam) kepada ibunya, viral di media sosial, Rabu(6/2). Menanggapi hal ini, petugas gabungan dari Satreskrim Polsek Taman bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh agama, dan perangkat desa Kejambon segera bertindak cepat.
Dalam video yang beredar luas, sang gadis tampak marah-marah dan menantang ibunya dengan sebuah senjata tajam. Berbagai spekulasi pun bermunculan, dengan dugaan bahwa sang remaja tersebut kesal karena tidak dibelikan produk skincare yang diinginkannya. Kejadian ini membuat warga dan netizen heboh, tetapi respons dari pihak berwajib pun tak kalah cepat.
Kapolres Pemalang AKBP Eko Sunaryo, melalui Kapolsek Taman AKP Ciptanto, menjelaskan bahwa begitu informasi viral itu diterima, petugas gabungan bersama tokoh agama langsung mendatangi rumah keluarga tersebut.
“Petugas langsung menyambangi rumah warganya untuk memberikan nasihat kepada anak tersebut dan kedua orang tuanya,” ujarnya.
Di rumah tersebut, petugas bertemu dengan anak perempuan yang terlibat, bersama kedua orang tuanya, J (50) dan S (42). Dalam kesempatan itu, petugas memberikan imbauan agar sang anak tidak mengulangi perbuatannya.
Meskipun peristiwa ini sempat menimbulkan kekhawatiran, kedua orang tua anak tersebut menyatakan niat mereka untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan.
“Sang ibu dan ayah memutuskan untuk membawa anak mereka ke psikiater guna mendapatkan konseling,” ujar AKP Ciptanto.
Mereka juga menegaskan bahwa tidak akan membawa permasalahan ini ke jalur hukum, dan akan fokus pada pemulihan anak mereka.
Sebagai langkah preventif, pihak Polsek Taman bersama Bhabinkamtibmas dan tokoh masyarakat akan melakukan pemantauan rutin ke rumah keluarga tersebut untuk memastikan kondisi anak tersebut semakin membaik dan tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami akan terus mengawasi dan memastikan bahwa anak tersebut mendapat perhatian dan bantuan yang dibutuhkan untuk kesejahteraannya,” tambah Kapolsek Taman.
Peristiwa ini mengingatkan kita tentang pentingnya pendekatan keluarga dan dukungan psikologis dalam menghadapi permasalahan remaja.















