Kandangan – Tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) melanjutkan agenda sosialisasi PMB Gelombang II dengan menyambangi lima pondok pesantren di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Minggu (3/8/2025) pukul 10.00 WITA.
Ketua PMB Redhana Aulia bersama Dosen Akuntansi Nova Abriano dan Humas UNUKASE Muhdi memimpin rombongan yang mendapat sambutan hangat dari pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Mas’ud Puteri, Ustadz Noor Ihsan Taufiq.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan lebih luas ragam program studi unggulan UNUKASE yang terbagi ke dalam tiga fakultas: Fakultas Sains, Teknologi, dan Kesehatan (FSTK); Fakultas Ekonomi dan Sosial Humaniora (FESH); serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Total terdapat sepuluh program studi yang ditawarkan, yakni:
FSTK: Teknik Sipil, Teknik Arsitektur, Teknik Informatika, Farmasi, dan Perencanaan Wilayah dan Kota.
FESH: Akuntansi dan Agribisnis.
FKIP: Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris.
Selain menjelaskan program akademik, tim PMB juga memaparkan jalur pendaftaran yang fleksibel, membuka ruang selebar-lebarnya bagi para santri dan tenaga pendidik di pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.
Lima pondok pesantren turut mengirimkan perwakilan dalam silaturahmi tersebut. Yakni Ponpes Ibnu Mas’ud Puteri, Ibnu Mas’ud Putra, Tarbiyatul Furqan, Minhajul Abidin, dan Darul Amien Nagara.
Dalam sambutannya, Ustadz Noor Ihsan Taufiq menyampaikan apresiasi atas inisiatif dari UNUKASE. Ia menilai penting bagi para santri untuk juga memperdalam ilmu umum sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
“Program studi di UNUKASE bersifat umum, bukan berbasis agama. Santri sudah bertahun-tahun belajar ilmu agama di pesantren. Maka sudah saatnya mereka juga memperdalam ilmu non-agama seperti PGSD atau Agribisnis agar mandiri dan profesional,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ustadz Abdul Hadi dari Ponpes Darul Amien Nagara. Ia menyambut baik kehadiran UNUKASE sebagai lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan PBNU.
“Sebagai santri, kita punya kewajiban mendukung lembaga NU. Ini kesempatan emas bagi ustadz dan ustadzah untuk mengembangkan kapasitas akademik ke tingkat sarjana,” ujarnya.
Tim UNUKASE menutup kunjungan dengan doa bersama sebagai wujud harapan atas keberkahan dan kesuksesan dalam mengemban amanah pendidikan.
UNUKASE menaruh harapan besar agar kerja sama ini menjadi awal yang kuat untuk membangun sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi. Demi mencetak generasi muda yang tidak hanya berilmu, tapi juga mandiri dan berakhlak. (Humas UNUKASE/mpd)















