Menurutnya, ketiga mahasiswa tersebut dikenal sebagai pribadi yang berprestasi sekaligus aktif memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Almarhumah Nafa aktif mengajar di lembaga bimbingan belajar. Almarhum Veri Andi Saputra mengabdikan dirinya sebagai guru mengaji di rumah tahfiz Al-Qur’an. Mereka adalah pribadi-pribadi yang baik, rendah hati, dan penuh kepedulian. Kami yakin pengabdian yang mereka lakukan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir.”
Sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga yang ditinggalkan, pihak universitas menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta kepada masing-masing keluarga korban.
Abrani menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk empati kampus sekaligus komitmen untuk terus mendampingi keluarga dalam menghadapi masa sulit.
Sementara itu, Wakil Rektor III UNUKASE Murjani mengatakan universitas memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan KKN di Desa Batulicin Irigasi, lokasi yang berkaitan dengan musibah tersebut.
Selain itu, aktivitas KKN di desa-desa lainnya juga dilakukan cooling down sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
“Program KKN di Desa Batulicin Irigasi kami hentikan. Untuk kegiatan KKN di desa-desa lainnya juga kami lakukan cooling down terlebih dahulu sambil melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program,” katanya.
Murjani menjelaskan, apabila program KKN kembali dilanjutkan, mahasiswa yang sebelumnya berada di kelompok KKN Desa Batulicin Irigasi akan didistribusikan ke kelompok lain.
Langkah tersebut diambil agar mahasiswa memiliki waktu memulihkan kondisi psikologis sekaligus mengurangi dampak trauma pascakecelakaan.
UNUKASE juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, aparat kepolisian, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat yang telah membantu proses evakuasi, penanganan korban hingga pendampingan kepada keluarga.
Halaman : 1 2















