Banjarmasin – Universitas PGRI Kalimantan (UPK) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya Nusantara. Melalui Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi (LPPMP), UPK melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Program Hibah Seni Nusantara: Revitalisasi Seni Sastra Lisan Madihin Banjar melalui Digitalisasi, Pelatihan, dan Festival Budaya.”
Kegiatan yang digelar pada 23–24 Oktober 2025 ini menggandeng para dosen, mahasiswa, serta guru Seni Budaya dari jenjang SD, SMP hingga SMA sederajat di Kota Banjarmasin. Ketua tim pelaksana, Ida Komalasari, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menjaga agar seni Madihin tetap hidup dan dekat dengan generasi muda melalui pendekatan kreatif dan sentuhan teknologi digital.
Tiga Tahap Revitalisasi Madihin
Program ini dikemas dalam tiga rangkaian kegiatan:
Pelatihan Madihin untuk guru Seni Budaya, dilaksanakan di Aula Universitas PGRI Kalimantan pada 23–24 Oktober 2025. Para guru dibekali teknik dasar Madihin serta strategi mengajarkannya di sekolah.
Roadshow Festival Budaya Madihin yang menyasar 15 sekolah di Kota Banjarmasin. Di antaranya SDN Sungai Andai 4, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 35, serta MTSS Al Mawahib.
Festival Madihin, puncak kegiatan yang digelar pada 11 November 2025, menjadi ruang unjuk kreativitas sekaligus perayaan seni tradisi Banjar.
Ida Komalasari tidak bekerja sendiri. Ia didampingi tim dosen, yakni Rahmani, M. Saufi, dan Noor Indah Wulandari, serta dua mahasiswa, Agri Dovisio dan Chintya Anggina, yang turut terlibat sebagai pendamping lapangan.
Guru Dibentuk Jadi Agen Pelestari Budaya
Kepala LPPMP UPK, Vivi Aulia, menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, peran guru sangat vital dalam memastikan seni Madihin tetap diajarkan dengan cara yang menarik dan relevan.
“Kami ingin para guru menjadi agen pelestari budaya di sekolah masing-masing. Seni Madihin tidak hanya dikenalkan, tetapi juga diajarkan dengan pendekatan yang dekat dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Langkah Konkret Menghidupkan Warisan Banjar
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan pemerintah daerah, program ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam mengangkat kembali seni Madihin sebagai identitas dan kekayaan budaya Banjar di dunia pendidikan.
Program ini juga membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai seni tradisi, sekaligus memastikan warisan budaya lokal tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi.















