Tanah Laut – Kabupaten Tanah Laut benar-benar merayakan usia ke-60 dengan cara yang paling membumi: kembali pada tradisi. Salah satu momentum yang paling menyedot perhatian adalah Lomba Nasi Tumpeng, ajang adu kreasi dan rasa yang menghadirkan 50 peserta dari sekolah, masyarakat umum hingga SKPD.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, Mirza Fadzrina, menyebut lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang untuk menghidupkan nilai-nilai budaya yang sudah melekat kuat di tengah masyarakat.
“Lomba nasi tumpeng ini adalah bentuk apresiasi kita terhadap budaya dan tradisi lokal. Nasi tumpeng adalah simbol syukur dan kebahagiaan dalam budaya kita,” ujar Mirza, Selasa (02/12/2025).
Para peserta bakal dinilai oleh dewan juri melalui empat kriteria utama: bentuk, filosofi, rasa, dan keberagaman sajian. Tak hanya soal tampilan, namun juga bagaimana setiap tumpeng menyampaikan cerita tentang syukur, harapan, dan kearifan lokal.
Mirza menambahkan bahwa kegiatan semacam ini diharapkan mampu merajut silaturahmi sekaligus memacu kreativitas masyarakat.
“Semoga lomba ini dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kreativitas masyarakat,” tuturnya.
Rangkaian festival budaya dalam rangka Hari Jadi ke-60 Tanah Laut ini juga menjadi gerbang menuju agenda-agenda serupa di tahun mendatang—sebagai upaya berkelanjutan untuk melestarikan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Tanah Laut ke generasi berikutnya.















