TanahBumbu – Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif secara resmi membuka Orientasi dan Pra Forum Konsultasi Publik (FKP) Penyusunan RKPD serta melakukan soft launching Rumah Aksi Pembangunan pada Minggu (8/2/2026) di Hotel Lotusa, Simpang Empat.
“Tema ini menegaskan bahwa tahun 2027 adalah fase transformasi struktural, bukan sekedar melanjutkan rutinitas pembangunan,” ucap Bupati.
Adapun transformasi yang dimaksud yaitu :
- Transformasi Infrastruktur yaitu infrastruktur dasar yang berkualitas, terhubung, dan inklusif, infrastruktur ekonomi untuk mendukung hilirisasi sektor unggulan, dan infrastruktur digital sebagai fondasi pemerintahan dan ekonomi modern.
- Transformasi Ekonomi, yaitu penguatan ekonomi lokal berbasis sumberdaya unggulan, UMKM dan ekonomi kreatif sebagai penggerak ekonomi rakyat, dan peningkatan investasi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
- Transformasi Pelayanan Publik yaitu Digitalisasi Layanan Pemerintahan, Pelayanan Publik yang cepat, transparan, dan berorientasi masyarakat, san reformasi birokrasi berbasis kinerja dan inovasi.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menekankan empat arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang harus diterjemahkan secara konkret dalam RKPD Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2027.
Arahan Presiden RI Prabowo yaitu :
- Penanganan sampah terpadu melalui Gerakan Indonesia Asri.
- Pengentasan Kemiskinan perlu persatuan dan kepemimpinan yang bertanggungjawab.
- Swasembada Pangan dan Energi adalah fondasi strategi tranformasi bangsa.
- MBG, Layanan Kesehatan Gratis, dan Pendidikan jadi motor kesejahteraan serta kemandirian bangsa.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Andi Rudi Latif memerintahkan jajarannya melaksanakan program kebersihan lingkungan dengan melibatkan pelajar. Ia juga menginstruksikan penertiban reklame dan baliho agar sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
Pada kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa setiap rupiah APBD harus berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap program dan kegiatan wajib menghasilkan manfaat yang nyata dan terukur.
Selain itu, Bupati mengingatkan jajarannya untuk meninggalkan pola perencanaan administratif dan beralih pada pembangunan daerah yang berorientasi pada hasil:
- Berbasis data dan evidence-based planning.
- Terintegrasi dengan penganggaran dan pengendalian.
- Berorientasi outcome dan inpact.
- Selaras dengan indikator RPJMD dan nasional.
Untuk itu, Bupati Andi Rudi Latif meminta setiap Kepala Perangkat Daerah menyusun Renja yang berbasis pada target RPJMD. Ia menginstruksikan jajaran perangkat daerah untuk menyelaraskan indikator kinerja program dengan IKU RPJMD serta mengintegrasikan program prioritas nasional dan provinsi.
Bupati juga menegaskan pentingnya menjamin keterhubungan antara RKPD, KUA-PPAS, hingga APBD. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu merangkai kegiatan tersebut dengan peluncuran Rumah Aksi Pembangunan sebagai wadah kolaborasi perencanaan dan inovasi kebijakan.
Rumah Aksi Pembangunan berfungsi sebagai pusat koordinasi lintas sektor, laboratorium inovasi daerah, ruang partisipasi publik, serta media monitoring dan evaluasi pembangunan.
“Rumah Aksi Pembangunan ini adalah wujud komitmen Tanah Bumbu menuju Governance yang kolaboratif dan modern,” ucapnya.
Orientasi dan Pra FKP Penyusunan RKPD menghadirkan Sekretaris LAN RI Dr. Andi Taufik, M.Si sebagai narasumber utama.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Direktur Strategi Penguatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara Widhi Novianto, S.Sos., M.Si. Tim Aksi Percepatan Pembangunan Daerah Tanah Bumbu, Prof. H. Murtir Jeddawi, SH., S.Sos., M.Si., turut memberikan paparan dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, Sekda Tanah Bumbu Yulian Herawati, SE., MM., CGCAE., Cfra., CGRE., Kepala BPS Tanah Bumbu Ihsan Nulhakim, S.Si., M.Si., serta Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappeda Kalsel Irwan Yunizar, S.T., hadir sebagai narasumber.
Kegiatan ini diikuti oleh Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat, dan Lurah se-Kabupaten Tanah Bumbu.















