Pelitanusantara.net, Martapura – Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu unsur Tridharma Perguruan Tinggi. Universitas Borneo Lestari kembali mengadakan kegiatan yang pada kali ini menyasar masyarakat pelaku usaha Ikan Sepat Rawa di Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 5 Desember 2023 di Puskesmas Martapura Barat ini merupakan bentuk integrasi penelitian dan pengabdian, dimana sebelumnya telah dilakukan banyak penelitian terkait efek farmakologis serbuk ikan sepat tunggal sebagai antidiabetes, dan telah diujikan keamanannya dengan uji toksisitas akut, sehingga harapannya dari pengabdian ini didapatkan produk makanan dari bahan premium yang tidak hanya enak, tapi juga menunjang kesehatan, bernilai gizi tinggi dengan kadar proteinnya yang lebih unggul dibanding ikan sepat siam.
Ikan Sepat Rawa (Trichopodus trichopterus) di Provinsi Kalimantan khususnya di Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat merupakan ikan lokal yang potensial dan digemari Masyarakat, terbukti menjadi salah satu mata pencaharian utama dengan menjual ikan Sepat Rawa Kering di Desa Sungai Batang.
Penelitian terkait manfaat Ikan Sepat Rawa sebagai pengobatan maupun pangan telah banyak terpublikasi. Dari sebuah jurnal disebutkan bahwa ikan sepat rawa berkhasiat dalam mengobati penyakit Diabetes Mellitus.
Atas dasar adanya situasi tersebut, tim pengabdian yang diketuai oleh apt. Fitriyanti, M.Farm. memberikan pendampingan untuk memberdayakan masyarakat Desa Sungai Batang mengenai bagaimana cara pembuatan diversifikasi produk olahan berbasis Ikan Sepat Rawa dan cara membuat kemasannya agar menarik sehingga dapat meningkatkan nilai jual dan juga memiliki manfaat sebagai makanan pendamping pasien Diabetes Mellitus.

Pengabdian Masyarakat diawali oleh edukasi oleh Gusti Khairunnisa, S.Kep. selaku Pengelola Program Posbindu PTM Puskesmas Martapura Barat yang menyampaikan bahwa penyakit Diabetes Mellitus bisa menyerang usia maupun tua sehingga perlu adanya usaha untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Dilanjutkan dengan pemaparan sosialisasi cara pembuatan diversifikasi Ikan Sepat Rawa serta bagaimana cara pemasarannya agar meningkatkan daya jual. “Ikan Sepat Rawa selain dijual dalam bentuk ikan asin kering, juga bisa dibuat dalam produk olahan yang lain seperti serbuk atau stik, selain digunakan sebagai lauk makanan juga bisa sebagai cemilan yang kaya akan manfaat dan bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi. Sementara itu untuk meningkatkan penjualan bisa menggunakan media sosial seperti instagram, facebook atau tiktok” ujar apt. Aprillia Rahmadina, M.Sc. selaku tim pengabdian masyarakat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa Universitas Borneo Lestari ini diakhiri dengan demo pembuatan serbuk dan stik ikan sepat oleh Gusti Rizaldi, M.Farm bersama mahasiswa.
Para Kader dan Masyarakat yang berjumlah 30 orang sangat antusias dengan berbagai pertanyaan mengenai komposisi, cara produksi dan proses pengemasan serta penyimpanan.
Dengan pelatihan ini diharapkan kader PKK mampu membuat dan menyimpan bunga telang dengan benar, sehingga kualitas bisa dipertahankan.
Selain itu di acara ini bukan hanya demo pembuatan namun juga dipaparkan cara pengemasan dan pemasaran untuk produk berbasis ikan sepat. Dimana hal ini dapat merujuk pada peningkatan motivasi berwirausaha dengan produk bernilai jual tinggi. Karena sejauh ini di daerah tersebut ikan sepat rawa hanya dibuat seperti ikan asin dan pekasam yang kemungkinan mengandung tinggi garam.















