MUI: Jika MBG Tak Bisa Merata, Fokus ke Anak Kurang Mampu Saja!

- Penulis

Minggu, 12 Januari 2025 - 13:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PP Muhammadiyah yang sekaligus Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas

Ketua PP Muhammadiyah yang sekaligus Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dimulai di seluruh Indonesia sejak Senin (6/1). Program yang bertujuan memberikan akses makanan bergizi kepada seluruh kelompok sasaran ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang optimal, mengurangi risiko kekurangan gizi, serta meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya pelajar.

Namun, pelaksanaan program ini mendapat kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menilai penerapannya belum merata. Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, mengungkapkan bahwa program ini tidak mencakup madrasah dan pondok pesantren, sehingga berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan siswa.

Anwar Abbas menyarankan pemerintah menghentikan sementara program MBG apabila belum mampu menjangkau semua anak Indonesia secara adil. Ia menegaskan bahwa ketidakmerataan dalam program ini berisiko menciptakan diskriminasi terhadap siswa sekolah swasta, termasuk madrasah dan pesantren.

“Kalau enggak berani menyesuaikan semuanya, batalkan saja. Kalau diskriminatif, lebih baik tidak usah dilanjutkan,” ujar Anwar Abbas, Sabtu (11/1).

Ia juga menyarankan agar program tersebut difokuskan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu jika dana yang tersedia terbatas.

Baca Juga:  UNUKASE Optimalkan Hasil Pembelajaran Melalui Monev Program Praktisi Mengajar 4 Tahun 2024

“Kalau tidak bisa memberikan ke semua anak, lebih baik dialokasikan hanya untuk yang tidak mampu. Itu lebih tepat dan bermanfaat,” tambahnya.

Sementara itu, pemerintah menyatakan bahwa program MBG didesain untuk mendukung peningkatan gizi masyarakat secara luas dengan pendekatan terintegrasi. MBG juga diharapkan menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berdaya saing tinggi.

Namun, kritik dari MUI mengingatkan pemerintah untuk mengevaluasi implementasi program agar tidak menimbulkan kesenjangan di masyarakat. Dukungan untuk program ini tetap besar, terutama dari keluarga yang membutuhkan, namun efektivitas dan pemerataan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Dengan anggaran negara yang terbilang besar, keberlanjutan program MBG bergantung pada kemampuan pemerintah untuk menjangkau semua kelompok sasaran secara adil. Langkah-langkah evaluasi dan penyesuaian perlu dilakukan agar program ini benar-benar menjadi solusi, bukan sumber permasalahan baru.

Ke depan, pemerintah diharapkan dapat memperluas cakupan program MBG ke semua institusi pendidikan, termasuk madrasah dan pesantren, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Berita Terkait

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNUKASE Sukses Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK
Bupati Andi Rudi Latif Apresiasi Bakat dan Kreativitas Siswa SLB Tanah Bumbu
Bupati Tanah Bumbu Tekankan Produk Hukum Selaras Visi BerAKSI
Wamenko Pangan RI Apresiasi Pengembangan Peternakan Terintegrasi di KSPEAN Tanah Bumbu
Paripurna DPRD Tanah Bumbu Bahas APBD 2025, Pemkab Raih WTP ke-13
Bersama BPJS Ketenagakerjaan, Anggota DPR RI Hj Mariana Edukasi Ratusan Pekerja Informal di Tanah Bumbu
Pemkab Tanah Laut Perkuat Komitmen Implementasi Ruang Bersama Indonesia, Targetkan Terbentuk di 135 Desa dan Kelurahan
KemenPPPA Tinjau Potensi Ruang Bersama Indonesia di Desa Bajuin, Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:25 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Apresiasi Bakat dan Kreativitas Siswa SLB Tanah Bumbu

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:14 WITA

Bupati Tanah Bumbu Tekankan Produk Hukum Selaras Visi BerAKSI

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:05 WITA

Wamenko Pangan RI Apresiasi Pengembangan Peternakan Terintegrasi di KSPEAN Tanah Bumbu

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:04 WITA

Paripurna DPRD Tanah Bumbu Bahas APBD 2025, Pemkab Raih WTP ke-13

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:04 WITA

Tanah Bumbu Masuk 8 Daerah yang Resmikan Mal Pelayanan Publik Baru Tahun 2026 oleh Menteri PANRB

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:57 WITA

PT KAM dan 8 SMK di Tanah Bumbu Sepakati Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Siswa Magang

Senin, 15 Juni 2026 - 23:21 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Pelatihan Bahasa Mandarin 2026, Tingkatkan Daya Saing Pencari Kerja

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:19 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Kirim Dua ASN ke Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II 2026

Berita Terbaru

Jajaran Pemkab Tanah Bumbu mengikuti kegiatan Dialektika Dinamika Peraturan dan Keputusan Kepala Daerah Tahun 2026 di Kantor Bupati Tanah Bumbu, Kamis (18/06/2026).

Tanah Bumbu

Bupati Tanah Bumbu Tekankan Produk Hukum Selaras Visi BerAKSI

Jumat, 19 Jun 2026 - 14:14 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x