Banjarmasin — Forum Komunikasi Mahasiswa Penerima KIP Kuliah (FORMAKIP-K) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) berhasil menggelar Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) pada Jumat, 5 Desember 2025, di Gedung Dakwah UNUKASE.
Acara ini menghadirkan pembicara utama H. Machfud Arifin, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem.
Sosialisasi ini digelar untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai empat landasan krusial kehidupan berbangsa dan bernegara: Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., bersama jajaran pimpinan kampus, turut hadir dan menyambut kedatangan H. Machfud Arifin dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
“UNUKASE berkomitmen melahirkan generasi yang kuat secara akademik dan teguh memegang nilai-nilai kebangsaan sebagai wujud tanggung jawab kami kepada negara,” tutur Dr. Abrani.
Beliau juga memberikan apresiasi atas perhatian Machfud Arifin terhadap dunia pendidikan di Kalimantan Selatan.
“Terima kasih kepada H. Machfud Arifin atas perjuangannya hingga 35 mahasiswa baru UNUKASE memperoleh beasiswa KIP-K melalui jalur aspirasi,” tambahnya.
Dalam penyampaian materi, H. Machfud Arifin menekankan pentingnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika zaman.
“Mahasiswa adalah generasi penerus yang harus memahami dasar negara dan arah perjalanan bangsa. Empat Pilar adalah pedoman moral sekaligus penunjuk arah bagi kita semua,” tegasnya.
Ia menyebut perguruan tinggi sebagai ruang strategis untuk menumbuhkan nilai cinta Tanah Air, toleransi, dan tanggung jawab sosial. Machfud juga mengingatkan adanya tantangan berupa krisis karakter dan menurunnya rasa kebersamaan.
“Kita tidak boleh kehilangan jati diri sebagai bangsa hanya karena generasi mudanya mengabaikan nilai kebangsaan. Kalian memiliki peran untuk memastikan Indonesia tetap kokoh berlandaskan Pancasila,” ujarnya.
Machfud turut mengingatkan soal meningkatnya konflik pendapat dan penyebaran kebencian di media sosial.
“Media sosial memang ruang terbuka, tetapi tetap membutuhkan etika. Pancasila mengajarkan keseimbangan antara kebebasan berbicara dan tanggung jawab,” jelasnya.
Ia menilai literasi kebangsaan harus terus diperkuat agar generasi muda tidak terperangkap hoaks, polarisasi, atau perpecahan sosial.
Narasumber pendamping, Muhammad Yusuf, S.E., M.M., Sekretaris Senat sekaligus Dosen Akuntansi UNUKASE, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, sosialisasi ini memiliki relevansi besar bagi mahasiswa.
“Mahasiswa dituntut bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter. Sosialisasi Empat Pilar ini mengingatkan kita semua untuk tidak kehilangan arah dalam derasnya perkembangan zaman,” ucapnya.
Sesi dialog berjalan dinamis, dengan mahasiswa aktif memberikan pandangan dan pertanyaan seputar isu-isu kebangsaan, termasuk tantangan menjaga toleransi dalam masyarakat yang beragam.
Yusuf menutup dengan harapan agar kegiatan serupa terus berlanjut.
“Empat Pilar bukan hanya teori yang dihafalkan, melainkan pedoman hidup yang harus diwujudkan melalui pikiran, tindakan, dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.















