Pelitanusantara.net – Dalam rangkaian Harlah NU ke 96, PWNU Kalsel melaksanakan program Penguatan Ekonomi Keumatan dengan nama “Economic Recovery for Post Disaster”.
Program yang dilaksanakan oleh Lembaga di bawah naungan PWNU Kalsel yang membidangi Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI-NU) yang diketuai Siti Tarawiyah, kerjasama dengan UNDP-Indonesia dalam upaya memberikan stimulan kepada masyarakat terdampak banjir dan Covid-19 dengan memberikan Pelatihan dan Pembinaan UMKM yang telah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu, dengan metode turba (turun ke basis).
Sasaran dari program ini ialah para petani kopi tradisional yang terfokus di dua desa, yakni Desa Tiwingan Baru dan Desa Rantau Bujur, Aranio – Kabupaten Banjar. Para petani selain memperoleh pelatihan dan pembinaan, juga diberikan bantuan mesin usaha yang akan digunakan untuk meningkatkan kualitas dan mutu dari hasil kopi yang mereka miliki.
Penyerahan bantuan mesin usaha tersebut dilaksanakan di Balai Desa Tiwingan Baru pada hari Kamis 2 Februari 2022 yang secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua PWNU Kalsel Dr. KH. Abdul Hasib Salim, M.A.P. kepada para masyarakat petani kopi Desa Tiwingan Baru dan Desa Rantau Bujur.
Acara penyerahan turut dihadiri juga oleh Wakil Ketua RMI-NU Kalsel Dr. K.H. Zainal Ilmi, M.Pd, rombongan LPBI-NU Kalsel, Camat Aranio, Sekretaris Desa Tiwingan Baru, dan Desa Rantau Bujur.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Kalsel menyampaikan, pasca Muktamar ke-34 dan terpilihnya Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU yang baru, NU langsung tancap gas untuk melaksanakan amanat muktamar salah satunya yakni Penguatan Ekonomi Keumatan.
“Dalam misinya, Gus Yahya menyampaikan bahwa program-program kerja NU ke depan akan langsung dikerahkan dan dikelola oleh daerah-daerah, termasuk kegiatan yang telah kita laksanakan saat ini, yaitu memastikan bahwa warga jam’iyyah merasakan langsung atas dasar asas kebermanfaatan”.

Kiai Hasib juga berpesan agar ilmu dan bantuan mesin yang telah diberikan dapat diaplikasikan dan dikelola sebaik-baiknya agar hasil yang didapat pun dapat dirasakan secara bersama-sama.
“Semoga ilmu dan pembinaan yang telah dilakukan oleh Ketua LPBI-NU Kalsel dan kawan-kawan selama beberapa bulan ini bisa diaplikasikan dengan baik, dan mohon agar mesin yang diberikan ini dapat dirawat dan dikelola secara bersama-sama, agar hasilnya bisa lebih maksimal dan memberi manfaat yang lebih luas untuk ekonomi masyarakat”. Pungkas Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Rakha Amuntai ini.
Pada sambutannya, Camat Aranio yang diwakili oleh Bapak Nono Kasi Pemberdayaan Masyarakat menyampaikan apresiasi kepada NU yang telah memberikan pembinaan dan bantuan kepada warga di Desa Tiwingan Baru dan Rantau Bujur.
“Mewakili pemerintah Kecamatan Aranio dan masyarakat, kami sangat berterima kasih NU telah hadir dan menunjuk desa kami sebagai tempat penerima bantuan dan binaan. Karena memang di dua desa ini merupakan daerah potensial penghasil kopi berkualitas, sehingga bantuan berupa ilmu dan peralatan usaha ini dapat sangat bermanfaat”
Camat juga berpesan kepada masyarakat, bahwa agar ilmu yang diberikan, bisa disebarkan ke lebih banyak warga lagi agar manfaatnya bisa meluas dan merata.
“Kami juga berpesan kepada warga kami yang mendapatkan pembinaan agar ilmu yang telah diberikan, bisa diaplikasikan kemudian juga jangan sungkan mengajarkannya kepada warga-warga lainnya agar kita bisa menikmati bersama-sama hasilnya”.
Adapun bantuan yang diserahkan oleh PWNU Kalsel yakni Huller/pengupas kopi kering 2 buah, Puller/pengupas kopi basah 2 buah, Roasting 2 buah, Dismill/penghancur kopi menjadi tepung, rumah jemur 2 buah, 20 paket blender, dan dua buah heat gun untuk packaging.

