Kebutuhan Hewan Kurban Meningkat Jelang Idul Adha, Pemkab Tanbu Himbau Masyarakat Waspada terhadap Wabah PMK pada Hewan

- Penulis

Sabtu, 4 Juni 2022 - 10:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelitanusantara.net  –  Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyebaran wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kelamin) pada hewan ternak.

Terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha, kebutuhan hewan ternak seperti sapi yang akan meningkat guna menyambut hari besar Umat Islam tersebut.

Himbauan ini bukan berikan tanpa sebab, mengingat penyebaran wabah PMK yang meningkat akhir-akhir ini di sejumlah daerah di Indonesia terkhusus di Pulau Jawa.

Hal ini seperti yang dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanah Bumbu melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Berkat, pada Rabu (25/05/2022).

Ia menghimbau masyarakat untuk mewaspadai hewan ternak yang masuk dari luar daerah dan yang bukan berasal dari Tanah Bumbu dengan segera melaporkannya ke instansi terkait untuk dilakukan proses pendataan.

“Kami berharap masyarakat dapat melaporkan sapi yang masuk dari daerah apapun, karena kami yakin sapi dari Tanah Bumbu aman dari PMK,” katanya.

Baca Juga:  DWP Tanbu Ikuti Pertemuan Virtual se Kalsel Dengan Tema "Bijak Bermedia Sosial

Selain itu hewan ternak diberlakukan karantina selama 14 hari sebagai langkah antisipasi terhadap hewan terjangkit dan dilakukan sterilisasi dengan disinfektan.

Kemudian untuk menjaga kondisi hewan tetap sehat, petugas juga akan memberikan vitamin dan antibodi untuk menjaga kekebalan hewan tersebut dari virus yang berbahaya.

Dirinya menyebutkan ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK yakni air liur yang berlebihan yang dikarenakan luka melepuh di daerah mulut dan di bagian kaki yang ditandai dengan kuku yang mengelupas.

Ia juga mengatakan bahwa hewan yang terkena PMK, hanya bagian dagingnya saja yang masih bisa dikonsumsi.

“Yang berbahaya itu bagian jeroan atau bagian dalam meskipun dimasak masih tetap ada, cuma daging yang aman karena virus tidak melekat disitu, oleh sebab itu ketika memotong sapi PMK hanya ambil bagian dagingnya saja,” jelasnya. (Rel/Ftr)

Berita Terkait

Dosen Keperawatan Kritis FKIK ULM berdayakan kader PTM Desa Keramat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Kardiovaskular
DPRD Tanah Bumbu Pastikan Pembangunan Jembatan Desa Jombang Berjalan Sesuai Rencana
Ibu Hamil Wajib Tahu, FKIK ULM Bagikan Tips Menjaga Kesehatan Janin hingga Perawatan Bayi
Percepat Transformasi Digital Keuangan Daerah, Pemkab Tanah Bumbu Luncurkan SP2D Online Terintegrasi SIPD RI
Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Ruang Bersama Indonesia, Dua Desa Disiapkan Jadi Percontohan
Tanah Bumbu Masuk 39 Daerah Nasional dalam Validasi IPKD Kemendagri
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNUKASE Sukses Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK
Bupati Andi Rudi Latif Apresiasi Bakat dan Kreativitas Siswa SLB Tanah Bumbu

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 07:41 WITA

DPRD Tanah Bumbu Pastikan Pembangunan Jembatan Desa Jombang Berjalan Sesuai Rencana

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:49 WITA

Percepat Transformasi Digital Keuangan Daerah, Pemkab Tanah Bumbu Luncurkan SP2D Online Terintegrasi SIPD RI

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:32 WITA

Pemkab Tanah Bumbu Perkuat Ruang Bersama Indonesia, Dua Desa Disiapkan Jadi Percontohan

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:25 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Apresiasi Bakat dan Kreativitas Siswa SLB Tanah Bumbu

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:14 WITA

Bupati Tanah Bumbu Tekankan Produk Hukum Selaras Visi BerAKSI

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:05 WITA

Wamenko Pangan RI Apresiasi Pengembangan Peternakan Terintegrasi di KSPEAN Tanah Bumbu

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:04 WITA

Paripurna DPRD Tanah Bumbu Bahas APBD 2025, Pemkab Raih WTP ke-13

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:59 WITA

Bersama BPJS Ketenagakerjaan, Anggota DPR RI Hj Mariana Edukasi Ratusan Pekerja Informal di Tanah Bumbu

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x