Fenomena ‘Koin Jagat’: Hadiah hingga Rp 100 Juta!

- Penulis

Minggu, 12 Januari 2025 - 17:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga dari muda hingga tua sedang mencari koin aplikasi Jagat yang konon bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah di Taman Tegalega, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/1).

Sejumlah warga dari muda hingga tua sedang mencari koin aplikasi Jagat yang konon bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah di Taman Tegalega, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/1).

Jakarta – Belakangan ini, fenomena unik tengah ramai terjadi di berbagai daerah. Warga berbondong-bondong memadati taman kota dan ruang publik untuk berburu koin yang menjadi bagian dari permainan “Koin Jagat.” Salah satu lokasi yang paling ramai diserbu adalah kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Namun, euforia ini tidak selalu membawa dampak positif. Di Bandung, Jawa Barat, aksi serupa di Taman Tegalaga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Permainan “Koin Jagat” menjadi penyebab utama di balik fenomena ini. Pemain yang berhasil menemukan koin dapat menukarnya dengan hadiah uang tunai yang jumlahnya bervariasi.

Apa itu Koin Jagat?

Koin Jagat adalah permainan berbasis aplikasi Jagat, sebuah aplikasi sosial yang dirancang untuk mendekatkan pengguna dengan keluarga dan sahabat. Berdasarkan deskripsi di Google Play Store, aplikasi ini awalnya digunakan untuk berbagi lokasi real-time dan menandai tempat favorit. Namun, fitur “Jagat Coin Hunt” atau Koin Jagat menjadi daya tarik utama dengan total hadiah yang ditawarkan mencapai Rp 850 juta.

Permainan ini telah menarik perhatian luas sejak diperkenalkan di Jakarta pada Desember 2024 dan kini diperluas ke wilayah Surabaya, Bandung, dan Bali. Hingga 12 Januari 2025, aplikasi Jagat telah diunduh lebih dari 5 juta kali di Google Play Store.

Cara Bermain dan Hadiah yang Ditawarkan

Koin Jagat adalah permainan offline dengan misi menemukan koin yang tersebar di lokasi tertentu. Ada tiga jenis koin yang diburu, yaitu:

  • Koin Perunggu dengan nilai Rp 300.000
  • Koin Perak dengan nilai lebih besar
  • Koin Emas yang bernilai hingga Rp 100 juta
Baca Juga:  KH. Ma’ruf Amin Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI, Tegaskan Peran Media Siber sebagai Penjaga Moral Bangsa

Untuk bermain, pengguna harus mengunduh aplikasi Jagat, mengaktifkan “treasure map”, dan mengikuti petunjuk yang diberikan. Setelah menemukan koin, pengguna harus memasukkan nomor seri eksklusif dan kode unik di bagian belakang koin ke aplikasi untuk menukarkan hadiah. Penting untuk menjaga kerahasiaan kode unik agar hak penukaran tidak hilang.

Aturan dan Lokasi Koin Jagat

Agar permainan tetap aman dan tidak merusak fasilitas publik, pihak aplikasi Jagat memberikan sejumlah aturan terkait lokasi penyembunyian koin:

  • Koin tidak diletakkan di tempat berbahaya seperti air atau area terlarang.
  • Koin tidak ditanam di dalam tanah atau tanaman jauh dari trotoar.
  • Koin tidak disembunyikan di atas atau di bawah properti pribadi, seperti pot bunga.
  • Koin tidak disembunyikan di area yang memerlukan izin khusus untuk diakses.
  • Koin tidak diletakkan di tempat yang harus “dibongkar” untuk ditemukan.

Permainan ini berhasil menarik minat masyarakat luas, tetapi dampaknya perlu mendapat perhatian. Kerusakan fasilitas di Bandung menjadi salah satu catatan penting bagi penyelenggara dan pemerintah daerah untuk memastikan aktivitas ini tidak mengganggu kepentingan umum.

Fenomena “Koin Jagat” menggambarkan bagaimana inovasi digital dapat menciptakan keseruan baru bagi masyarakat, namun tetap memerlukan pengelolaan dan pengawasan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan kerugian.

Berita Terkait

HWPL dan IPYG Latih Pemimpin Muda Perdamaian Melalui Dialog Lintas Agama
Bahas Sinergi Kejagung, ABPEDNAS dan SMSI, Untuk Program JAGA DESA Dan JAGA Dapur MBG
Dai Muda Banjarmasin, Muhammad Kamal Ihsan, Tembus Babak Lanjutan AKSI Indosiar 2026 Wakili Yogyakarta
HWPL bersama IPYG berkolaborasi dengan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta Timur menggelar The 1st Indonesia Youth Empowerment Peace Class (YEPC): Why Youth Matters?
Di Hadapan PBNU, Rektor UNUKASE Beberkan Strategi Penguatan Pendidikan Tinggi NU
Ketua KNPI Dorong Pemuda Jadi Penentu Arah Demokrasi di Era Pemilu Terpisah
KH. Ma’ruf Amin Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI, Tegaskan Peran Media Siber sebagai Penjaga Moral Bangsa
Sambut HPN 2026, SMSI Siapkan Rekomendasi Kebijakan untuk Pemda dan Dewan Pers

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 01:20 WITA

Mengubah Limbah Jadi Berkah, Pemenang Bumi Berseru Fest Telkom Indonesia Gelar Workshop Pembuatan Biochar di Desa Sungai Sipai

Minggu, 20 September 2026 - 23:49 WITA

PKKMB UNUKASE 2026, Rektor Tekankan Kampus Tanpa Bullying

Sabtu, 19 September 2026 - 18:05 WITA

LKMM 2026 STIKes Intan Martapura: 127 Mahasiswa Ditempa Jadi Pemimpin Muda yang SAKTI

Rabu, 9 September 2026 - 17:34 WITA

PKKMB STIKes Intan Martapura 2026: SATU Langkah Membentuk Mahasiswa yang Tangguh dan Unggul

Senin, 7 September 2026 - 15:50 WITA

UNUKASE Berduka atas Wafatnya H. Rudy Ariffin, Tokoh yang Berjasa bagi Berdirinya Jejak Pendidikan NU di Kalimantan Selatan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:10 WITA

PMI Kabupaten Banjar Distribusikan 2.500 Masker Gratis

Selasa, 1 September 2026 - 12:44 WITA

Yudisium STIKes Intan Martapura, 79 Mahasiswa Resmi Menuntaskan Pendidikan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:52 WITA

UAD Yogyakarta Kunjungi UNUKASE Bahas Pengembangan Kefarmasian

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x