Pelitanusantara.net – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Hj. Mariani menghadiri kegiatan launching penerapan E-tiketing PT Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP) Fery Cabang Batulicin untuk jurusan Batulicin-Tanjung Serdang Kotabaru, Rabu (09/03) yang lalu.
Dirinya mengatakan, atas nama pemerintah daerah mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Batulicin, karena terus memperluas digitalisasi penyeberangan dengan menghadirkan metode pembayaran cashless dalam pembelian tiket penyeberangan.
Penerapan metode pembayaran Non-Tunai ini sangat bermanfaat bagi pengguna jasa dalam memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan.
Penerapan E-Ticketing tersebut dilaksanakan untuk menghindari peredaran uang tunai di pelabuhan dan menghindari percaloan hingga tak ada lagi uang kembalian dengan sistem digitalisasi tersebut.
“Ini dinilai lebih mudah, praktis dan terhindar dari uang palsu, hal ini juga mendukung protokol kesehatan COVID-19 untuk mencegah penularan karena meminimalisir kontak dengan petugas loket,” ungkapnya.
ASDP sendiri bekerjasama dengan 4 (empat) Bank yang meluncurkan kartu top up dengan masing-masing programnya yang bisa diisi saldo layaknya E-Toll, Bank tersebut adalah BRI, BNI, Mandiri dan BCA.
Kegiatan Launching tersebut ditandai dengan pelepasan balon terbang bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Tanah Bumbu, Hj Mariani didampingi oleh General Manager PT ASDP dan pihak Bank serta sejumlah insan perhubungan, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kartu top up secara simbolis kepada Pemerintah Daerah dan kepada masyarakat pengguna jasa.
Sementara itu General Manager PT ASDP Ferry Batulicin, Justan didampingi Manager Usahanya Ahmad Sunedi, mengatakan launching E-Ticketing dari uang tunai ke non tunai, adalah sebuah terobosan perubahan.
Selain karena regulasi juga transformasi PT ASDP, sehingga tak ada lagi uang yang beredar di pelabuhan tetapi bergeser ke masyarakat.
“Kami memberikan peluang kepada masyarakat diluar pelabuhan untuk bisa menjual kartu top up,” tutupnya. (Red)















