Pelitanusantara.net – Martapura, Sirkumsisi atau dikenal dengan sunat menurut WHO adalah tindakan operatif dengan prosedur bedah minor yang ditujukan untuk mengangkat sebagian, maupun seluruh bagian, dari kulup atau prepusium dari penis. Di indonesia sirkumsisi lebih dikenal dengan istilah khitan atau masyarakat sering menyebutnya sunat. Sirkumsisi bertujuan untuk mencegah timbulnya penumpukan smegma pada penis. Sirkumsisi biasa dilakukan dengan tujuan tertentu dan memiliki banyak manfaat antara lain manfaat agama dan manfaat medis. Dari segi agama, beberapa agama seperti agama islam dan yahudi mewajibkan laki-laki untuk melakukan sirkumsisi.
Dalam agama islam, sirkumsisi dilakukan berdasarkan sabda rasulullah saw, “kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku” (Hr Bukhari Muslim). Contoh penyakit yang dapat diatasi dengan dilakukannya sirkumsisi yakni fimosis, parafimosis, kondiloma akuminata dan lainnya.
Tindakan sirkumsisi meskipun prosedur bedah minor sudah dilakukan dengan teknik yang benar dan sterilitas yang terjamin namun komplikasi tindakan ini akan tetap ada. Komplikasi yang terjadi dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Hal ini dipengaruhi oleh pengalaman, keterampilan, dan teknik serta alat-alat yang digunakan oleh praktisi sunat mitra. Karena itu muncul ide bersama antara tim PKM ULM HIBAH PDWA tahun 2022 (dr. Ida Yuliana dkk) dengan tim perwakilan PT. SUNAT MODERN INDONESIA wilayah regional Kalimantan “Heryyanoor” untuk mengadakan kegiatan pelatihan sunat modern metode superring.
“Kegiatan pengmas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang jenis sunat modern dan peningkatan skill menggunakan inovasi metode sirkumsisi modern menggunakan pemodelan cincin (superring) yang akan membantu dan memudahkan paramedis dalam melakukan tindakan sirkumsisi yang aman untuk mereka dan pasiennya” tambah dr. Ida.

Kegiatan pengmas dilaksanakan selama 3 hari (12 – 14 agustus 2022), diikuti oleh 11 peserta yang merupakan praktisi sunat konvensional di wilayah kabupaten banjar dan banjarbaru serta melibatkan 8 orang anak sebagai pasien sunat. Kegiatan hari pertama diawali dengan pretes secara daring, hari kedua pemberian materi oleh 2 pembicara dan hari ketiga kegiatan workshop hands on oleh para peserta dibawah supervisor fasilitator pelatihan langsung pada pasien sunat di Aula Kantor BKD Kabupaten Banjar. Selama kegiatan workshop hands peserta pelatihan dibagi menjadi 6 kelompok dan masing – masing kelompok peserta melakukan pratktek sirkumsisi pada 1 anak pasien sunat, kegiatan workshop hands on selesai dilanjutkan postest secara online. Semua peserta pelatihan dinyatakan telah lulus setelah proses penilaian pretes – postes serta praktek lansung pada pasien sunat sehingga berhak mendapatkan sertifikat nasional khusus sebagai praktisi sunat modern metode super ring Indonesia dari LPK Sunat Modern Indonesia
Heryyanoor selaku perwakilan tim trainer Super Ring Indonesia memberikan tanggapan, “Harapannya setelah kegiatan pelatihan ini semua peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang adekuat dalam melakukan layanan praktek khitan baik untuk kegiatan komersil dan sosial mereka. Sunat Modern Tanpa Jarum Suntik Metode Superring ini nyaman untuk anak dan mudah perawatannya bagi orang tua anak”.















