Banjar – Kelompok Tambak Tungkaran Jaya di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, kini memiliki teknologi baru untuk menjaga kualitas air kolam mereka. Pada Sabtu (25/7/2026) tim mahasiswa keperawatan yang tergabung dalam Carbon Circle Community (CCC) resmi mengimplementasikan alat Biochar Carbon Cube (BCC) di setiap kolam milik kelompok tambak tersebut. Telkom Indonesia menggelar kegiatan ini karena pertanggungjawaban atas kemenangan CCC pada ajang Bumi Berseru Fest, kompetisi teknologi hijau.
Sedikitnya lima kelompok tambak yang terdiri dari para petambak, Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Kepala Desa setempat. Mereka membuka acara dengan penyampaian ucapan terima kasih serta kesan dan pesan dari Ketua Carbon Circle Community, M. Akbar Renaldi, Ketua Kelompok Tambak Tungkaran Jaya, Bapak Dudun, serta dosen pendamping, Ns. Hamka, M.Kep., RN., WOC(ET)N turut berhadir di kegiatan ini.
Biochar Carbon Cube merupakan inovasi teknologi sirkular yang memanfaatkan biochar dari limbah biomassa lokal, yakni tempurung kelapa, sebagai media filtrasi alami. Berbeda dengan teknologi pemurnian air skala industri yang membutuhkan biaya besar dan pengoperasian rumit, BCC dirancang agar mudah dioperasikan langsung oleh masyarakat untuk menurunkan kekeruhan air serta menstabilkan parameter dasar kualitas air tambak.
Keunikan alat ini terletak pada integrasinya dengan sensor berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan kualitas air secara real-time, mencakup tingkat keasaman (pH), kekeruhan, dan suhu air. Dengan dashboard monitoring berbasis cloud, petambak dapat memantau kondisi air kapan saja dan mengambil keputusan pengelolaan tambak secara lebih tepat.
Sebelum tahap implementasi di Tungkaran Jaya, program ini telah melalui rangkaian panjang sejak November 2025, mulai dari survei lokasi, produksi biochar melalui proses pirolisis, perakitan sistem filtrasi, hingga instalasi dan uji coba di tambak mitra di Desa Cindai Alus, Martapura. Hasil pemantauan selama masa uji coba menunjukkan penurunan kekeruhan air yang konsisten serta kestabilan pH pada kisaran optimal budi daya, membuktikan efektivitas biochar sebagai media filtrasi.
Program BCC bukanlah proyek pertama dari Carbon Circle Community. Kegiatan implementasi di Tungkaran Jaya ini merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya yang juga berhasil menjadi pemenang di ajang serupa. Prestasi berkelanjutan ini menegaskan konsistensi mahasiswa keperawatan dalam mengembangkan solusi teknologi hijau berbasis komunitas, sekaligus menjadi bukti nyata dukungan Telkom Indonesia melalui Bumi Berseru Fest terhadap inovasi anak muda di bidang lingkungan dan keberlanjutan.
Keberhasilan proyek ini turut melibatkan kolaborasi lintas angkatan dan lintas fakultas. Tim Proyek 1 beranggotakan Rufaida, Rahma Novita Azahra, Titra Handayani, Salma Nur Azkia, Bima Dwi Saputra, Aisyaturridha, Yulia Grasella, Zaida Hayati, Saidatina Aminah, Aurora Levina Nandatama, Naura Anisa Qothrunnada, dan Siti Fauziah.
M. Akbar Renaldi mengetuai tim Proyek 2b ersama Irvan Maulana, Arfan Nurdiansyah, Muhammad Rizwal Yunadi Achmal, Ahmad Bambang Wirayudha, Win Muhammad Abdul Jabbar, Khairunnisa, Putri Windi Amelia, Talitha Cempaka Candraningtyas, Siti Aisyah, Siti Patimah, Merina Salva Putri, dan Azkia, di bawah bimbingan dosen pendamping Ns. Hamka, M.Kep., RN., WOC(ET)N untuk melanjutkan implementasi.
Dalam proses pembuatan alat, tim CCC juga dibantu oleh tim produksi lintas fakultas dari Fakultas Teknik, yaitu Arifah Pagis, S.T., Taufik Kurniawan Eka Putra, Muhammad Basyir Munira, Syai’in Mujahidin, dan Alif Reza Adzany Hafit.
Melalui pendekatan partisipatif, program ini tidak hanya menghadirkan alat filtrasi, tetapi juga membekali petambak dengan pemahaman mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri. Petambak dilatih untuk membaca data kualitas air langsung dari dashboard IoT, sehingga pengelolaan tambak dapat dilakukan secara lebih berbasis data dan berkelanjutan.
Kehadiran Kepala Desa dan Ketua BUMDes dalam kegiatan ini turut memperkuat dukungan kelembagaan terhadap keberlanjutan program. Dengan dukungan Telkom Indonesia melalui Bumi Berseru Fest, inovasi Biochar Carbon Cube diharapkan dapat direplikasi ke kelompok tambak lain di Kabupaten Banjar maupun wilayah Kalimantan Selatan secara lebih luas, sebagai contoh nyata sinergi antara dunia pendidikan, teknologi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.















