Martapura — Mahasiswa STIKES Intan Martapura kembali menunjukan kepedulian terhadap sesama. Mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan turun langsung ke jalan untuk melakukan aksi penggalangan dana bagi korban kebakaran di Desa Pekauman, Kabupaten Banjar. Mereka melakukan kegiatan tersebut selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (13–14 Maret 2026),
Para mahasiswa melaksanakan kegiatan sosial di dua titik keramaian masyarakat, yaitu di depan Pasar Martapura dan kawasan Masjid Pancasila Sekumpul. Mereka mengajak masyarakat yang melintas untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kepedulian tersebut. Selain itu, mereka juga menggalang donasi dari masyarakat untuk membantu warga yang terdampak musibah kebakaran.
Penggalangan dana ini melibatkan berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan STIKES Intan Martapura. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) turut mengoordinasikan jalannya kegiatan tersebut.
Himpunan Mahasiswa D3 Keperawatan, Himpunan Mahasiswa S1 Keperawatan, dan Himpunan Mahasiswa S1 Administrasi Rumah Sakit juga berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain itu, Himpunan Mahasiswa Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Himpunan Mahasiswa Fisioterapi, serta Korps Sukarela (KSR) PMI Unit STIKES Intan Martapura ikut terlibat secara aktif.

Seluruh organisasi mahasiswa tersebut bekerja sama dalam melaksanakan aksi kemanusiaan ini. Mereka menunjukkan solidaritas dan kepedulian kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah kebakaran.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa STIKES Intan Martapura, Lexa Arianti Putri, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa STIKES Intan Martapura terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah kebakaran. Kami berharap bantuan yang terkumpul dapat sedikit meringankan beban para korban,” ujarnya.
Lexa juga menyampaikan harapannya agar masyarakat yang terdampak kebakaran dapat merasakan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan mahasiswa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga hadir di tengah masyarakat ketika mereka membutuhkan dukungan,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi mahasiswa dan masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dengan turut berdonasi dalam kegiatan tersebut.
“Antusiasme mahasiswa dan masyarakat sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan rasa kemanusiaan masih sangat kuat di tengah masyarakat,” katanya.
Para mahasiswa melaksanakan kegiatan penggalangan dana selama dua hari. Mereka berhasil mengumpulkan donasi dengan total sebesar Rp6.010.500 dari masyarakat.
Panitia kemudian menyalurkan dana tersebut kepada para korban kebakaran pada Minggu, 15 Maret 2026.Mereka menyalurkan bantuan itu untuk membantu memenuhi kebutuhan warga setelah terjadinya musibah.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan secara langsung kepada korban. Sehingga, mereka menumbuhkan nilai kepedulian sosial, empati, dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan.















