KAPOLRI MENDAHULUI ATAU “MELAWAN” PRESIDEN?

- Penulis

Selasa, 23 September 2025 - 11:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Henri Subiakto, Guru Besar FISIP Universitas Airlangga dan Dewan Pakar SMSI, memberi pandangan kritis soal dinamika reformasi Polri. (Foto Istimewa)

Prof Henri Subiakto, Guru Besar FISIP Universitas Airlangga dan Dewan Pakar SMSI, memberi pandangan kritis soal dinamika reformasi Polri. (Foto Istimewa)

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mulai menyiapkan agenda reformasi Kepolisian RI sebagai respons atas tuntutan publik pasca-demo besar Agustus 2025.

Pada 17 September 2025, Prabowo menunjuk Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Kamtibmas dan Reformasi Kepolisian. Sebelum pelantikan, Dofiri menerima kenaikan pangkat istimewa menjadi Jenderal Polisi Kehormatan (bintang empat). Sosok lulusan Adhi Makayasa Akpol 1989 itu dikenal berintegritas, termasuk saat menangani kasus Ferdy Sambo, dan dihormati di internal Polri.

Penunjukan Dofiri dibarengi rencana pembentukan Komite Reformasi Kepolisian di tingkat presiden. Komite ini disebut akan melibatkan tokoh eksternal, seperti mantan Menko Polhukam Mahfud MD, untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Di hari yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan Surat Perintah membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri yang beranggotakan 52 perwira, diketuai Komjen Chryshnanda Dwilaksana. Listyo bertindak sebagai pelindung, sementara Wakapolri menjadi penasihat tim tersebut.

Langkah cepat Listyo Sigit menimbulkan tafsir berlapis. Di satu sisi, Polri terlihat proaktif dan terbuka terhadap masukan luar. Namun di sisi lain, pembentukan tim internal dinilai sebagai manuver defensif untuk mempertahankan struktur kepolisian yang selama ini dibangun di bawah kepemimpinannya.

Secara politik, dinamika ini menjadi ujian keseimbangan kekuasaan di era Prabowo. Penunjukan Dofiri dipandang sebagai sinyal presiden ingin mengendalikan langsung arah reformasi Polri, sekaligus menjauhkan agenda tersebut dari pengaruh lama era Presiden Jokowi yang dianggap melindungi Listyo.

Baca Juga:  Gotong Royong Bersama TNI-Polri Perbaiki Jalan Alternatif Desa Sungai Seluang

Kenaikan pangkat kehormatan Dofiri juga dibaca sebagai upaya Prabowo mengangkat figur kredibel di luar lingkar loyalis Listyo. Hal ini berpotensi menimbulkan gesekan, apalagi jika rekomendasi tim presiden mengarah pada perubahan struktural yang radikal seperti desakan Gerakan Nurani Bangsa.

Reformasi Polri sendiri menjadi isu krusial pasca-Pemilu 2024, yang menyisakan sorotan keras terhadap peran polisi dalam politik dan cara mereka menangani demonstrasi. Publik menuntut perubahan yang nyata, bukan sekadar wacana.

Keberhasilan Prabowo dalam agenda ini akan menentukan citranya sebagai pemimpin tegas yang mampu memulihkan kepercayaan publik terhadap kepolisian. Sebaliknya, jika reformasi hanya berhenti di level simbolik dan struktur lama tetap bertahan, pemerintahannya berisiko dicap tidak solid.

Dalam beberapa minggu ke depan, perhatian tertuju pada apakah tim bentukan presiden dan tim internal Polri bisa bersinergi, atau justru berjalan sendiri-sendiri dengan kepentingan berbeda. Dari sana, arah reformasi Polri akan semakin jelas: menjadi ruang pembaruan institusi, atau arena perebutan pengaruh antar-elite.

Oleh: Prof Henri Subiakto, Guru Besar FISIP Universitas Airlangga, dan Dewan Pakar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

Berita Terkait

Tapin: Antara Tambang, Sawah, dan Masa Depan Warganya
Perempuan dan Perjalanan Mengenal Diri
Dari LKK untuk HMI-Wati: Menempa Diri, Menginspirasi Negeri
Ainul Mustofa : Peran HMI dalam Menyambut Indonesia Emas 2045
‎HMI Butuh Rejuvenasi Peta Jalan Menuju Indonesia Emas 2045, Sekertaris Umum HMI Cabang (P) Kotabaru-Tanah Bumbu Ikuti Advance Training LK III HMI Badko Kalimantan Selatan
Urgensi Mengisi Kekosongan Pemimpin, Begini Pandangan Islam dan Tanggung Jawabnya
Ukir Sejarah, Timnas Indonesia Lolos ke 16 Besar Piala Asia 2023 Untuk Pertama Kalinya
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:23 WITA

Muhammad Sulthon Firdaus dan Ghea Alisya Putri Terpilih Jadi Duta Kampus STIKES Intan Martapura 2026/2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:15 WITA

Ghea Putri Alisya dan Muhammad Rayhan Resmi Dinobatkan Sebagai Duta Prodi D3 Keperawatan STIKes Intan Martapura 2026.

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:13 WITA

Hima ARS Stikes Intan Martapura Gelar Grand Final Duta Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit

Senin, 16 Maret 2026 - 04:38 WITA

Galang Dana untuk Korban Kebakaran Pekauman, Mahasiswa STIKES Intan Martapura Turun ke Jalan

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:31 WITA

Ramadan Penuh Kepedulian, Mahasiswa ARS STIKES Intan Martapura Bagikan Takjil kepada Masyarakat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:24 WITA

Rayakan Hari PMR, PMI Kabupaten Banjar dan Forum PMR Bagikan 1.000 Takjil

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:15 WITA

Pelantikan dan Serah Terima Kepengurusan Organisasi Mahasiswa STIKes Intan Martapura Periode 2026–2027

Senin, 24 November 2025 - 21:10 WITA

BEM STIKes Intan Martapura Raih Juara 3 Karnaval KTR, Ajak Masyarakat Hidup Sehat Tanpa Rokok

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x