Tanah Bumbu – Ribuan jemaah membanjiri Desa Sebamban Baru, Kecamatan Sungai Loban, Sabtu (12/4) atau bertepatan dengan 12 Syawal 1446 H, dalam peringatan Haul Akbar Pangeran Syarif Ali bin Habib Abdurrahman Al-Aydarus. Suasana religius yang khidmat menyelimuti kawasan tersebut, menjadikan momen tahunan ini sebagai magnet spiritual masyarakat Tanah Bumbu (Tanbu) dan sekitarnya.
Wakil Ketua I DPRD Tanbu, H. Hasanuddin, AM, S.Ag, MA, yang hadir langsung dalam acara ini menekankan pentingnya menjaga tradisi haul sebagai bentuk penghormatan terhadap para tokoh ulama terdahulu.
“Ini adalah bukti bahwa warisan spiritual para wali dan ulama tetap hidup di hati masyarakat. Semoga semangat ini terus terjaga dan diwariskan ke generasi mendatang,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Tanbu, Yulian Herawati, yang mewakili Bupati Andi Rudi Latif menyampaikan permohonan maaf dari Bupati yang sedang menjalankan tugas di luar daerah, sekaligus mengajak jemaah mendoakan almarhum Pangeran Syarif Ali.
“Haul ini bukan hanya mengenang seorang tokoh besar, tetapi juga menjadi ruang mempererat ikatan batin di antara para juriat serta masyarakat Tanah Bumbu,” tutur Yulian dengan haru.
Haul Akbar ini tak sekadar ritual tahunan, melainkan juga menjadi ajang silaturahmi akbar keluarga besar Al-Aydarus dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan. Semangat pelestarian nilai-nilai Islam dan budaya warisan ulama besar Tanbu begitu terasa dalam tiap rangkaian acara.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, antara lain anggota DPRD Tanbu Said Ismail Al-Aydarus, Kepala Bagian Kesra Zaki Yamani, para camat, kepala desa, tokoh agama dan masyarakat. Hadir pula tokoh nasional dan tamu kehormatan dari luar daerah seperti Raja Kerajaan Kubu, Syarif Ibrahim Al-Aydarus, serta Ketua DPC Rabithah Alawiyah Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Haul Pangeran Syarif Ali kembali menegaskan bahwa kekuatan spiritual dan kebersamaan adalah denyut nadi masyarakat Tanbu yang terus hidup dari generasi ke generasi.















