Garut – Seorang pria asal Garut, Jawa Barat, menghebohkan publik setelah mengaku sebagai Imam Mahdi dalam sebuah video yang viral di media sosial. Pria bernama Abdul Rosid itu mengunggah pernyataannya melalui akun TikTok pribadinya dan menarik perhatian warganet.
Dalam video berdurasi 6 menit 22 detik yang diunggah pada Rabu (26/2), Abdul Rosid dengan yakin menyatakan bahwa dirinya adalah Imam Mahdi.
“Saya Bapak Abdul Rosid, ulama Pancasila, sekaligus dirinya mengaku Imam Mahdi, mudah-mudahan kalian semua dalam pernyataan ini ada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, amin,” ucap Abdul dalam videonya.
Sejak diunggah, video tersebut telah ditonton lebih dari 1.600 kali. Pernyataan ini pun langsung mendapat tanggapan dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Abdul Rosid adalah warga Kampung Sindanglengo, Desa Panyindangan, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Kepala Desa Panyindangan, Nurjaman Ilahi, membenarkan hal tersebut.
“Benar, itu salah satu warga saya. Sekarang permasalahannya sedang ditangani,” kata Nurjaman.
Menurut Nurjaman, pihak desa telah mendatangi Abdul Rosid untuk meminta klarifikasi terkait pengakuannya. Namun, Abdul justru meminta agar pemerintah mengakui pernyataannya.
Sebelum viral dengan klaim sebagai Imam Mahdi, Abdul Rosid diketahui pernah mengikuti program deradikalisasi pemerintah. Dari informasi yang dihimpun oleh Polsek Pakenjeng, ia merupakan pria berusia 60 tahun dengan 12 anak dan berprofesi sebagai petani jagung.
“Menurut tetangga, perilakunya selama ini biasa saja, hanya kurang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan,” ujar Kapolsek Pakenjeng, Iptu Muslih.
Abdul Rosid juga diketahui pernah menjadi pengikut Sensen Komara, tokoh yang menyebut dirinya sebagai Presiden Negara Islam Indonesia (NII). Bahkan, dalam kelompok tersebut, Abdul mengklaim memiliki jabatan sebagai Jenderal Angkatan Udara berbintang empat.
Saat diperiksa oleh kepolisian, Abdul Rosid mengakui bahwa dirinya sendiri yang membuat video tersebut. Ia juga mengarahkan anaknya untuk merekam dan mengunggahnya di TikTok.
“Motifnya hanya iseng dan ingin terkenal,” ungkap Kapolsek Pakenjeng, Iptu Muslih Hidayat.
Menyusul viralnya video ini, aparat kepolisian, pemerintahan kecamatan, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat langsung mendatangi kediaman Abdul Rosid untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
Setelah mendapat banyak sorotan, Abdul Rosid mengunggah video klarifikasi di TikTok pada Kamis (6/3). Dalam video tersebut, ia menyatakan bahwa pengakuannya sebagai Imam Mahdi hanya ditujukan untuk keluarga dan orang-orang terdekatnya.
“Terkait video yang saya buat, itu hanya untuk konsumsi keluarga saya dan saudara-saudara saya,” katanya.
Meski demikian, Abdul tetap menegaskan bahwa ia tidak memaksa siapapun untuk mempercayainya. Namun, jika ada yang ingin mengikuti ajarannya, ia pun tidak melarang.
Salah satu ajaran yang sempat disebarkan oleh Abdul Rosid adalah salat menghadap ke timur, bukan ke kiblat seperti umat Islam pada umumnya. Hal ini dilakukan karena ia mengikuti ajaran Sensen Komara.
“Memerintahkan pengikutnya untuk melaksanakan salat menghadap ke arah timur,” ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Garut, Nurrodhin, Jumat (7/3).
Namun, menurut Nurrodhin, Abdul Rosid kini telah kembali menjalankan ibadah sesuai syariat Islam, termasuk salat menghadap ke kiblat. Saat ini, pengikutnya hanya berasal dari kalangan keluarga dan jumlahnya masih ditelusuri.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah setempat. Abdul Rosid, yang sebelumnya merupakan pengikut Sensen Komara, diduga mengalami halusinasi hingga mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi. Kini, pihak berwenang telah melakukan pendekatan untuk memastikan tidak ada penyebaran ajaran yang menyimpang di tengah masyarakat.















