Martapura – Belum genap tiga hari setelah lantai rumah warga kering, ancaman banjir kembali mengintai sejumlah desa di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.
Kondisi ini terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (29/1/2025) siang hingga malam. Debit Sungai Riam Kiwa pun mengalami peningkatan signifikan, yang terdeteksi oleh Sekretaris Desa Benteng, Ahmad Sarpai.
Sarpai yang memantau permukaan sungai dari atas jembatan, mengungkapkan bahwa material terbawa arus dan ciri penambahan debit air sungai sudah mulai tampak. “Material yang terbawa arus dan ciri penambahan debit air sungai sudah mulai ada,” ujarnya, Kamis (30/1) dini hari.
Dari pengamatannya pada pukul 01.07 WITA, debit air meningkat sekitar 1-3 cm, meskipun saat itu hujan berintensitas ringan hingga sedang masih turun.
Menurutnya, kondisi lebih parah terjadi di Desa Tunggul Nangka, di mana air Sungai Riam Kiwa sudah berada di atas bibir sungai.
“Kami (warga Pengaron) akan terus memantau perkembangan kondisi Sungai Riam Kiwa,” tambahnya.
Sarpai mengimbau warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk melakukan langkah mitigasi sedini mungkin.
“Saya mengajak masyarakat agar mengungsikan lansia dan disabilitas ke tempat yang lebih aman,” pesannya.
Banjir sebelumnya yang melanda Pengaron pada Senin (27/1) menyebabkan ketinggian air melebihi lutut orang dewasa. Bahkan, listrik sempat dimatikan demi keamanan warga. Hingga kini, belum ada laporan warga yang mengungsi meski debit air belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
“Hari ini, meskipun hujan masih terjadi, intensitasnya tidak deras. Namun, debit air sulit turun karena air dari kawasan atas masih mengalir ke Pengaron,” tambah Sarpai.
Potensi peningkatan tinggi muka air ini juga menjadi perhatian Bupati Banjar, Saidi Mansyur. Ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala potensi bahaya akibat banjir, termasuk listrik dan peralatan elektronik.
“Masyarakat harus waspada terhadap peningkatan debit air serta memastikan keselamatan anggota keluarga, khususnya balita dan anak-anak,” imbaunya.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Agus Siswanto, melaporkan bahwa luapan Sungai Pengaron telah merendam lima desa, yakni Desa Pengaron, Benteng, Mangkauk, Lobang Baru, dan Loktunggul.
“Bupati sudah memerintahkan agar segera dibentuk posko penanganan banjir dan dapur umum untuk membantu masyarakat,” kata Agus.
Ia juga mengingatkan masyarakat di wilayah hilir, seperti Martapura dan Sungai Tabuk, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, air dari Pengaron akan mengalir dan berpotensi menyebabkan banjir di daerah tersebut.















