Sumenep – Muhammadiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi umat dengan meresmikan Toko Muhammadiyah Kangean (TokoMuka) di Arjasa, Kangean, Sumenep, Madura, Sabtu (23/2). Toko ini diinisiasi oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Arjasa dan diharapkan menjadi pusat ekonomi berbasis jamaah yang melayani kebutuhan warga Muhammadiyah serta masyarakat luas di Pulau Kangean.
Sejak berdirinya, Muhammadiyah aktif dalam berbagai bidang, termasuk dakwah, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi dan sosial. Selain itu, Muhammadiyah telah mendirikan koperasi, lembaga keuangan mikro, serta usaha berbasis jamaah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Di Kangean, PCM Arjasa telah lama berkontribusi dalam pendidikan dan sosial. Sejak 1975, Muhammadiyah telah mendirikan berbagai lembaga pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, serta memiliki 11 ranting dengan masjid dan mushalla. Kini, melalui TokoMuka, Muhammadiyah memperkuat sektor ekonomi sebagai bagian dari gerakan dakwah.
Peresmian TokoMuka dihadiri oleh berbagai pimpinan Muhammadiyah, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Ketua PCM Arjasa, Abu Hurairah, SH., S.HI., menegaskan bahwa toko ini adalah langkah nyata dalam membangun ekonomi berbasis jamaah.
“Kami berharap toko ini berkembang, tidak hanya melayani warga Muhammadiyah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi cabang-cabang lain,” ujarnya.
Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan doa bersama, serta kunjungan langsung ke dalam toko yang menyediakan kebutuhan pokok, perlengkapan ibadah, dan produk lokal.
Penanggung jawab TokoMuka, Ana Haninah Billini, S.Sos., M.Pd., menjelaskan bahwa Muhammadiyah terus berupaya memberdayakan warga agar memiliki kemandirian ekonomi.
“Banyak warga memiliki keterampilan, maka kita perlu menyediakan wadah bagi mereka. Keberadaan toko ini juga untuk memperkuat organisasi agar lebih mandiri dalam menjalankan kegiatan,” katanya.
Inisiator TokoMuka, Moh Ihsan, S.Pd., menambahkan bahwa ekonomi adalah pilar ketiga Muhammadiyah setelah pendidikan dan dakwah.
“Jika ekonomi umat kuat, maka Muhammadiyah semakin berdaya. TokoMuka adalah langkah awal untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung,” jelasnya.
Ke depan, TokoMuka tidak hanya akan berfokus pada perdagangan, tetapi juga mengembangkan unit usaha lain, seperti koperasi dan UMKM berbasis komunitas Muhammadiyah.















