Penyuluhan Desa Kerukukan Disampaikan Ketua DPD LDII Tanah Laut

- Penulis

Minggu, 7 November 2021 - 01:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelitanusantara.net – Tanah Laut, Satu Desa Kerukunan di Kabupaten tanah Laut (Tala) merupakan binaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kabupaten Tanah Laut. Desa tersebut adalah Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. pada Sabtu 06/11/2021.

Di Desa tersebut terdapat multi agama, multi etnis, dan multi kultural, namun semuanya bisa rukun dan saling menghargai satu sama lain.

Dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan desa kerukunan, baru-baru ini jajaran pengurus FKUB Tala mengadakan kegiatan silaturahim bertempat di balai desa Tajau Pecah. Hadir semua tokoh agama (Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Budda), dan juga perangkat Desa Tajau Pecah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Tala, Ir. Anton Kuswoyo, S.Si., M.T., turut pula memberikan materi penyuluhan di acara tersebut. Anton menyampaikan bahwa sebagai desa kerukunan, maka toleransi dan kerukunan perlu terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Kerukunan bukan hanya untuk masyarakatnya saja, namun perangkat desa dan tokoh-tokoh agama juga harus memberikan contoh nyata tentang perilaku rukun. Agar masyarakat mendapatkan teladan dari pemerintahan desa maupun tokoh agama setempat”, papar Anton yang juga merupakan pengurus FKUB Kabupaten Tala.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Tala, Drs. H. Al Makmun memberikan apresiasi kepada Desa Tajau Pecah, karena telah berhasil mewujudkan kerukunan sehingga Desa Tajau Pecah menjadi icon Desa Kerukunan di Kabupaten Tala.

“Desa Tajau Pecah ini sangat menarik karena terdiri dari suku atau etnis dan pemeluk agama masyarakatnya yang beragam. Hal inilah yang menjadi alasan Desa Tajau Pecah ini dijadikan sebagai salah satu desa binaan kerukunan umat beragama oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tanah Laut. Masyarakat Desa Tajau Pecah berasal dari 7 suku bangsa /etnis, mereka adalah Etnis Banjar, Jawa, Sunda, Bali, Madura, Dayak dan Batak. Suku Jawa dan Suku Banjar menempati posisi mayoritas”, beber Al Makmun.

Sebagai desa yang plural Desa Tajau Pecah sangat menarik, karena suasana rukun sangat terlihat dalam kehidupan masyarakat desanya. Suasana rukun tersebut diantaranya ialah:

1. Saling mengunjungi ketika diundang resepsi perkawinan.
Menghadiri undangan resepsi perkawinan adalah suatu hal yang lumrah dilakukan oleh warga Desa Tajau Pecah yang berbeda agama, bahkan tidak jarang sebagian mereka yang berbeda agama tersebut saling membantu dalam persiapan dan acara resepsi perkawinannya.

Baca Juga:  Sediakan dan Dukung Semangat Komunitas Literasi Daerah, Yulia : Perpustakaan Adalah Pusat Pengetahuan dan Informasi

2. Duduk bersama “bapapanderan”
Berkumpul bersama pemeluk agama yang berbeda baik dengan cara direncanakan atau tanpa suatu rencana biasa terjadi, misalnya mereka berumpul dalam suatu kegiatan rapat di Balai Desa atau sekedar bertemu di satu warung teh, sambil minum teh mereka ngobrol tentang berbagai hal, bertukar informasi dan sebagainya.

3. Kerja Bakti.
Kerja bakti melibatkan seluruh warga masyarakat desa, terutama kerja bakti ketika menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Kerja bakti tersebut meliputi membersihkan dan menghias lingkungan desa. Mereka juga terlibat bersama dalam kepanitiaan dan peserta lomba memperingati hari kemerdekaan . Masyarakat juga terlibat bersama-sama dalam kesibukan mempersiapkan pemilihan kepala desa.

4. Kebebasan beribadah sesuai keyakinan agama masing-masing.
Hidup berdampingan dengan pemeluk agama yang berbeda tidak membuat masyarakat Desa Tajau Pecah merasa terganggu untuk mengekspresikan dan mengamalkan ajaran agama mereka. Setiap warga muslim bebas beribadah menurut keyakinan mereka, demikian juga pemeluk Hindu, bahkan dalam upacara pembakaran jenazah warga muslim ikut menyaksikan upacara tersebut. Untuk pemeluk Kristen, walaupun tidak ada gereja di Desa Tajau Pecah karena gereja hanya terdapat di kota Pleihari, mereka tanpa pernah diganggu untuk beibadah sesuai keyakinan mereka.

5. Kebebasan membangun tempat ibadah.
Pemeluk Hindu adalah mayoritas kedua setelah muslim yang menempati Desa Tajau Pecah, yaitu bejumlah 370 orang. Sebagai penduduk mayoritas kedua, warga Hindu sangat memberi warna bagi keadaan desa. Bagi pemeluk Hindu membangun Pura adalah satu keharusan, semakin banyak dan megah Pura yang mereka bangun semakin menunjukkan kualitas keberagamaan mereka. Hal ini lah pula yang tergambar di Desa Tajau Pecah, di mana Pura banyak berdiri megah baik di depan rumah warga pemeluk Hindu maupun di komplek ibadah tersendiri yang mereka gunakan sebagi tempat ibadah bersama-sama.

(red)/Rzq.

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD Apresiasi HUT ke-23 Tanah Bumbu, Optimistis Makin Maju dan Sejahtera
Ketua DPRD Tanah Bumbu Andrean Atma Maulani Hadiri HLM TP2DD 2026, Dukung Percepatan Digitalisasi
Turnamen Sepakbola Piala Bupati Tanah Bumbu 2026 Resmi Dibuka, Dorong Sportivitas dan Ekonomi Lokal
Tanah Laut Jadi Episentrum Gerakan Tanam Serempak 10.000 Hektar, Dorong Kedaulatan Pangan Nasional
Enam Personel Pensiun, Polres Tanah Bumbu Gelar Wisuda Purna Bhakti
Pelantikan ASN Tanah Laut 2026, Bupati Rahmat Trianto Soroti Etos Kerja dan Integritas
Di Usia ke-23, Bupati Tanah Bumbu Soroti Kebahagiaan Masyarakat sebagai Prioritas Pembangunan
Pemkab Tanah Laut Dukung Penuh Pembangunan Ponpes Al Mubarok Putera di Sarang Halang

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 17:55 WITA

Tanah Laut Jadi Episentrum Gerakan Tanam Serempak 10.000 Hektar, Dorong Kedaulatan Pangan Nasional

Kamis, 9 April 2026 - 01:26 WITA

Pemkab Tanah Laut Dukung Penuh Pembangunan Ponpes Al Mubarok Putera di Sarang Halang

Senin, 6 April 2026 - 22:01 WITA

Dari PKK ke Pramuka, Hj. Dian Rahmat Dorong Tertib Administrasi KTA Nasional 2026

Senin, 6 April 2026 - 21:49 WITA

Pemkab Tanah Laut Luncurkan Inovasi “SIAP MELAUT”, Dorong Pelayanan Nelayan Lebih Cepat dan Aman

Senin, 6 April 2026 - 21:41 WITA

Bupati Tanah Laut Lantik Kadisdukcapil Baru, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima

Sabtu, 4 April 2026 - 12:04 WITA

SMPN 1 Kurau Wakili Tanah Laut, Bupati Dorong Raih Prestasi di Lomba Sekolah Sehat Kalsel

Senin, 16 Maret 2026 - 23:35 WITA

Bupati Rahmat Trianto Resmi Berangkatkan Mudik Gratis 2026, Rute Ditambah hingga Tabalong dan Kotabaru

Senin, 16 Maret 2026 - 23:28 WITA

Buka Puasa Bersama Insan Pers, Wakil Bupati Tanah Laut Dorong Kolaborasi Informasi Pembangunan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x