Pelitanusantara.net – Menilik dari laman resmi Media Center Tanah Bumbu, mctanahbumbukab.go.id, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), telah membangun jalan daerah senilai Rp. 5 Milyar untuk dipergunakan sebagai jalan alternatif, imbas longsornya Jalan Nasional KM 171 di Desa Satui Barat Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu.
Namun sesudahnya, beragam isu dan komentar miring kerap muncul di kalangan masyarakat, baik terkait jalan alternatif dan Jalan Nasional KM 171 Satui Barat tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar, buka suara untuk memberikan penjelasan menjawab sejumlah tudingan yang beredar di media sosial.
Dikatakan Zairullah, sejumlah aspek seperti curah hujan serta aktivitas pertambangan diakui, telah menjadi sekian faktor yang mempengaruhi terjadinya longsor di Jalan Nasional KM 171 Satui Barat.
Zairullah menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi di Jalan Nasional KM 171 tersebut, merupakan tanggung jawab dari Pemerintah Pusat. Oleh sebab itu dirinya menyebutkan, bahwa Pemerintah Daerah tidak mempunyai kewenangan akan hal tersebut.
“Yang pertama karena itu jalan nasional, dan yang kedua tambang itu regulasi dari pusat. Kami dari Pemerintah Daerah sama sekali tidak punya kewenangan, bahkan rekomendasi pun tidak,” sebut Zairullah, dalam pertemuannya bersama wartawan di Ruang Rapat Bupati, Kamis (20/10/2022) siang sekitar pukul 02.00 Wita.
Zairullah berharap kedepannya, Pemerintah Daerah dapat dilibatkan serta mendapatkan porsi dalam perizinan aktivitas pertambangan yang ada di daerah, mulai dari perencanaan tambang, pelaksanaan tambang, dan pasca tambang.
Terkait ganti rugi warga terdampak longsor, Bupati juga menambahkan bahwa Pemerintah Daerah akan terus membantu warganya yang terdampak, dengan bentuk memfasilitasi pertemuan dengan perusahaan terkait.
Sementara terkait jalan alternatif, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut, merupakan respon dan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah, dalam menyiasati apa yang menjadi kebutuhan dan memberikan manfaat bagi kepentingan umum.
Disinggung terkait pengaspalan jalan alternatif, bahwa penganggaran terkait aspal jalan telah dipersiapkan dan direncanakan akan diketuk pada akhir bulan.
Dandim 102/Tanah Bumbu Letkol TNI Aldin Hadi yang diwakili Kasdim 1022/Tanah Bumbu Mayor TNI Priya F, menambahkan bahwa saat ini Tim Gabungan yang terdiri dari unsur terkait, terus berada di lokasi jalan alternatif guna menjaga kondusifitas arus lalu lintas.
Dirinya sekaligus menegaskan bahwa tidak benar tudingan di media sosial, yang menyebut bahwa tidak adanya petugas yang berjaga serta adanya pungutan liar di lokasi jalan alternatif.
“Itu tidak benar, personil kami bahkan memberikan bantuan makan dan minum kepada pengendara yang melintas, mau hujan atau panas personil kami juga selalu ada di lapangan,” kata Kasdim.
Ia berharap momen ini tidak dimanfaatkan olah oknum-oknum, yang memperkeruh suasana sehingga mengganggu kondusifitas masyarakat.
“Oleh sebab itu, kami juga menghimbau masyarakat untuk lebih cermat dan bijak dalam memilah informasi yang beredar, kalo ada yang memang tidak benar silahkan laporkan,” himbaunya.
Turut berhadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Perhubungan Marlan, Kepala Dinas Kominfo Ardiansyah, Camat Satui Kadri Mandar, beserta Staf Bupati dan pejabat terkait. (Rel/mctanbu)















