Banjar – Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) terus berkomitmen mendorong lahirnya jurnalis muda yang berintegritas. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, UNUKASE menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang terbuka bagi seluruh mahasiswa di lingkungan kampus.
UNUKASE menyelenggarakan Pelatihan Sekolah Jurnalistik untuk membangkitkan semangat jurnalistik dan memberikan bekal pengetahuan dasar tentang dunia pers kepada mahasiswa.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III UNUKASE, Dr. Ir. Murjani, S.P., S.I.Kom., M.S., I.P.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keberadaan jurnalis yang kompeten dan bertanggung jawab di tengah arus informasi yang kian deras.
“Jurnalisme memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat modern. Namun kini, media sosial telah menjadi pesaing media pers sebagai penyedia informasi. Sayangnya, banyak informasi di media sosial tidak melewati proses verifikasi dan tak terikat pada kode etik jurnalistik,” ujar Dr. Murjani.
Ia menambahkan bahwa di tengah maraknya informasi simpang siur, jurnalis harus menghadirkan berita yang mencerdaskan publik. Oleh karena itu, masyarakat – khususnya mahasiswa – perlu terus meningkatkan mutu jurnalisme dan mendorong peran aktif dalam mewujudkannya.
“Mahasiswa tak hanya sebagai penerima informasi, tapi juga bisa jadi pelaku utama dalam penyampaian informasi yang benar dan berimbang. Media pers juga harus berpegang teguh pada profesionalisme: menyajikan berita berkualitas, menjauhi hoaks, serta menghindari judul sensasional dan clickbait. Kebenaran dan kepentingan publik harus tetap menjadi pegangan,” tegasnya.
Pelatihan kali ini mengusung tema “Jurnalis Mahasiswa dan Langkah Awal Menjadi Jurnalis”. Kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab institusi dalam mendukung pengembangan minat dan bakat jurnalistik mahasiswa secara berkelanjutan.
Jurnalis RRI Junaidi Beri Apresiasi kepada Peserta Pelatihan Jurnalistik
Untuk memperkuat materi pelatihan, panitia menghadirkan narasumber berpengalaman, Junaidi seorang jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) dan Koordinator Jaringan Berita Online Bersama (JBOB).
Menurutnya, antusiasme mahasiswa sangat tinggi dan kemampuan mereka berada di atas rata-rata jurnalis pemula.
“Para peserta cepat menangkap materi yang disampaikan. Ini modal penting untuk terus berkembang,” ujarnya.
Junaidi juga berpesan agar peserta terus memupuk semangat belajar jurnalistik.
“Pelatihan ini baru langkah awal. Mereka harus terus mengasah kemampuan menulis dan menyampaikan informasi dengan etis dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (Humas UNUKASE/mpd)
Editor : Haidar















