Pelitanusantara.net – Wakil Ketua DPR Bidang Kesejahteraan Rakyat, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang kerap disapa Gus Muhaimin, memberikan sambutan pada kegiatan bertajuk, ”Kebangkitan Tani Indonesia: Restruktrusisasi Ekonomi Indonesia Berbasis Pertanian; Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia” yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-7 Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) secara virtual, Kamis (23/9/) hari ini.
Dalam sambutannya, Gus Muhaimin mengatakan, selama ini pembangunan pertanian selalu menjadi program prioritas setiap rezim pemerintahan. Namun, surplus pangan tidak selalu sejalan dengan peningkatan pendapatan para petani.
“Pendapatan rumah tangga tani selalu berada di bawah sehingga para generasi muda emoh (tidak mau) lanjutkan pekerjaan orang tuanya dan beralih ke sektor lain,” ungkapnya.
Dalam zoom meeting yang digelar sejak pukul 10.30 Wita hingga selesai tersebut, juga turut hadir Ketua Garda Buruh Migran (BMI) Provinsi Kalimantan Selatan, H. Risdianto Haleng HB.
Dirinya juga turut merespon hal yang sama, saat ini mayoritas petani di Indonesia berusia di atas 45 tahun, tergolong dalam usia sangat tua untuk dapat menciptakan produktivitas kerja yang memadai, padahal kebutuhan akan produksi pangan terus meningkat setiap tahunnya.
“Selain itu, adanya fenomena lain yang menyebabkan regenerasi petani tidak berkembang, ketika petani yang tua kini justru melarang anaknya untuk bekerja di sektor pertanian, khususnya bekerja sebagai petani. Mereka justru ingin anaknya sukses menjadi pegawai negeri atau pengusaha,” tambahnya sembari menyaksikan zoom.
Sementara itu, usai kegiatan dirinya pun mengajak salah satu kader pemula di Partai Kebangkitan Bangsa Mila Rahesya, S.I.Kom., yang juga turut mengikuti zoom tersebut untuk saling berdiskusi tentang dunia pertanian saat ini.
“Kita mungkin akan lebih konsen kembangkan koperasi Keladan Lima Banua yang saat ini mulai kita rintis, mengingat tujuan utama koperasi ini adalah di bidang pertanian, saatnya kita fokuskan Keladan Lima Banua bentuk bektor pertanian di Tanah Bumbu,” tegasnya.
Mila Rahesya pun menambahkan, kebetulan sekali saat ini pihaknya memang tengah membangun koperasi yang pergerakannya lebih dominan berfokus pada pertanian, “Masih baru dibentuk pengurus dan keanggotaan, harapannya korporasi pertanian ini bisa juga dengan model food estate untuk memperkuat cadangan pangan daerah,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, gagasan yang dirancang oleh Ketua Garda BMI itu juga melibatkan sinergitas pemerintah dengan swasta dan masyarakat.
“Jadi tema dan acara zoom kali ini sangat sesuai sekali pembahasannya dengan kebutuhan koperasi yang kami jalankan,” ungkap Mila.
Kedua kader PKB ini pun sepakat, sudah saatnya semua elemen bahu membahu membangun pertanian dengan cara-cara modern dan korporasi sehingga pertanian kuat dalam tantangan apapun.
“Jadi apabila pangan kuat, maka pertahanan negara pun menjadi semakin tangguh,” tutup Mila. (Red)









