Pelitanusantara.net – Diselenggarakan Gedung Mahligai Bersujud Kecamatan Simpang Empat, Bupati Tanah Bumbu Abah Zairullah Azhar, hadiri dan resmi mengesahkan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Tanah Bumbu (Tanah Bumbu).
Kegiatan yang berlangsung semarak tersebut melibatkan sebanyak sebanyak 335 warga baru PSHT Tanah Bumbu, dan kini telah secara resmi disahkan, pada Selasa (02/08/2022) malam.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tanah Bumbu, H. Muh. Rusli, unsur Forkopimda, pimpinan SKPD Pemkab Tanbu, dan pengurus cabang PSHT se-Kalimantan Selatan, serta Pengurus Ranting PSHT se-Tanah Bumbu.
Dalam kesempatannya, Ketua Cabang PSHT Tanbu Sugianto mengatakan, kegiatan pengesahan warga baru ini merupakan kegiatan rutin yang digelar oleh PSHT setiap tahunnya di Tanah Bumbu.
Selain itu PSHT sebagai mitra Pemerintah Daerah juga turut aktif dalam berbagai kegiatan, seperti bakti sosial, bedah rumah, donor darah, dan lainnya.
Dalam sambutannya, Abah juga memberikan apresiasi penuh, terhadal PSHT yang ikut berperan dalam pemulihan dampak pandemi Covid-19 di Bumi Bersujud.
Abah berharap, dalam membentuk karakter manusia yang mampu menghadapi tantangan, PSHT juga turut membawa kemajuan dan percepatan pembangunan daerah khususnya di bidang bela diri.
“Kalau kita ingin maju, yang harus kita persiapkan tentu kader-kader terbaik, dan saya yakin apa yang dilakukan PSHT dalam membentuk fisik dan mental merupakan bagian dari pembentukan karakter yang siap menghadapi tantangan,” ungkapnya.
Ketua Umum PSHT Pusat Raden Moerdjoko Hadi Wiyono melalui Perwakilan Pusat (Perwapus) Kalsel Dwi Ismono mengatakan pengesahan warga baru PSHT Tanah Bumbu menjadi istimewa karena dilaksanakan bertepatan dengan satu abad atau 100 tahun Setia Hati Terate.
Kepada warga baru yang disahkan, Ismono berpesan agar menjadi warga PSHT yang tanggap, tangguh, cerdas, tangkas, dan cermat dalam membaca situasi dan kondisi zaman agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan faham-faham yang mengarah pada radikalisme yang dapat merugikan pribadi, keluarga, dan organisasi.
Sementara itu, di temui di tempat terpisah, M. Ali Rahamsyah yang juga merupakan warga PSHT Tanah Bumbu mengatakan, Diri nya bangga bisa menjadi bagian dari PSHT, mengingat makna Setia Hati dalam PSHT adalah sebuah penyadaran diri. Mengingat, Pencak silat adalah salah satu ajaran Setia Hati dalam tingkat pertama berintikan seni olah raga yang mengandung unsur pebelaan diri untuk mempertahankan kehormatan, keselamatan dan kebahagiaan dari kebenaran terhadap setiap penyerang.
“Makna silat, bagi saya bukan hanya olahraga tetapi juga olah jiwa, agar hidup lebih bijaksana,” tutup remaja yang saat ini juga bersekolah di SMK N 1 Simpang Empat tersebut. (Red/NF)















