Pelitanusantara.net – Martapura, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Musyawarah Wilayah II bertempat di Aula Kampus Stikes Intan Martapura. Kegiatan ini dihadiri utusan dari DPD PPNI Kab/Kota serta utusan dari Perguruan Tinggi Kesehatan di Provinsi Kalimantan Selatan.
Musyawarah ini dibuka secara langsung oleh Bapak Dr. Bahrul Ilmi, M.Kes selaku Dewan Pertimbangan DPW PPNI Provinsi Kalimantan Selatan. “IPKKI merupakan badan kelengkapan dari organisasi PPNI, jadi harapannya IPKKI Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjalankan program-programnya tetap berkoordinasi dengan DPW PPNI Provinsi Kalimantan Selatan” pesan Pak Bahrul Ilmi.

Ketua Demisioner IPKKI Kalimantan Selatan Taufik Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Kom menyampaikan bahwa kegiatan Muswil ini sangat penting dalam melanjutkan langkah organisasi IPKKI Provinsi Kalimantan Selatan periode selanjutnya.
“Perawat komunitas merupakan salah satu ujung tombak pelayanan keperawatan di ranah komunitas, dimana langsung bersentuhan dengan masyarakat diberbagai lingkungan. Perawat komunitas di kalimantan selatan harapannya dapat saling bersinergi dan berkolaborasi untuk membantu pemerintah mencapai indonesia sehat” Ucap Pak Taufik Hidayat.
Musyawarah Wilayah ini menghasilkan keputusan bahwa Ketua IPKKI Provinsi Kalimantan Selatan terpilih adalah Bapak Angga Irawan, S.Kep., Ns., M.Kep.
Selanjutnya nanti ketua terpilih beserta tim formatur akan menyusun kepengurusan IPKKI Provinsi Kalimantan Selatan periode 2022-2027.
“Terima kasih kepada seluruh peserta muswil II IPKKI Provinsi Kalsel yang memilih saya menjadi Ketua IPKKI Provinsi Kalimantan Selatan, saya yakin bersama kita bisa menguatkan perawat komunitas di Kalsel”, Ungkap Pak Angga.
“Organisasi IPPKI sangat berperan dan memiliki fungsi strategis dalam pengembangan perawat komunitas di Kalimantan selatan, salah satunya adalah meningkatkan peran dan berkontribusi membantu pemerintah menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di masyarakat, dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seoptimal mungkin melalui praktik keperawatan komunitas, yang dapat dilakukan melalui peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) di semua tingkat pencegahan (levels of prevention).
Untuk mewujudkan perawat yang profesional, dan berdaya saing yang tinggi. Hal ini dapat diwujudkan dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia khususnya perawat komunitas melalui berbagi inovatif dalam pengembangan layanan keperawatan di komunitas”, tambahnya.















