Pelitanusantara.net –Hari Keluarga Nasional ke-29 Tahun 2022 juga diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dengan mengusung tema “Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting” yang digelar di Gedung Mahligai Bersujud (Kapet), Selasa (5/7/2022) siang.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Tanah Bumbu dan para pejabat di lingkungan Pemkab Tanbu, BKKBN Prov Kalsel, Koordinator Bidang ADPIN BKKBN, Kepala DP3AP2KB Tanbu beserta jajaran, Camat se- Tanbu, Organisasi Wanita se-Tanbu, Forum Anak Kab. Tanbu, Tim Puskesmas dan pendamping keluarga serta tamu undangan.
Peringatan Harganas sendiri juga bertujuan untuk mensinergikan gerakan dan langkah keluarga Indonesia dalam mencegah Stunting.
Bupati Tanah Bumbu, Abah HM Zairullah Azhar, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) H Ambo Sakka, menyampaikan bahwa tentu ada hikmah yang bisa dipetik bersama dari acara rutin tahunan ini, Sekda Tanbu menjelaskan ada 8 fungsi keluarga.
“Pada fungsi keluarga dua diantaranya yaitu sebagai pendidikan agama, fungsi sosialisasi dan sopan santun dalam keluarga. Back to basic (kembali ke keluarga) dimana, keluarga harus utuh dan anak harus dijaga. Begitu pula dengan Stunting, harus bisa dikendalikan. Alhamdulillah Kabupaten Tanah Bumbu pada tahun 2019-2020, telah meraih prestasi pertama dalam penanganan Stunting di Kalimantan Selatan, secara umum Stunting di Tanah Bumbu bisa dikendalikan dengan baik,” kata Sekda Ambo Sakka.
Laporan Kepala Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanah Bumbu, Hj Narni menjelaskan, Dasar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan Peraturan Presiden RI Tahun 2014.
“Alhamdulillah, Kabupaten Tanah Bumbu pada hari ini melaksanakan peringatan Harganas dengan suatu tujuan, mengajak para stakeholder yang punya kepentingan untuk ikut di dalam pembangunan “Bangga Kencana”, agar keluarga di Tanah Bumbu jangan lagi masuk kepada keluarga yang beresiko Stunting,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya menambahkan, pola makan keluarga harus dijaga khususnya pada ibu hamil, baduta, dan remaja putri, serta memperhatikan juga lingkungan sehat (penggunaan air bersih, jamban sehat dan pola makan yang sehat), ibu juga jangan sampai masuk ke 4 T ( ibu yang hamil Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Sering dan Terlalu Banyak), karena akan beresiko besar terjadi Stuntin.
Sebagai informasi dimana hari ini juga, telah dilakukan kegiatan pemasangan implan KB serentak, yang bekerjasama dengan para Organisasi Wanita Tanah Bumbu. Sudah terdata sekitar 80 yang ikut melakukan pemasangan KB. (Red/NF)















