Dewan Budaya Banjar, Pasar Terapung Lok Baintan Harus Dilestarikan dan Difasilitasi

- Penulis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Terapung Lok Baintan merupakan salah satu warisan budaya Banjar yang memiliki nilai sejarah, tradisi, dan daya tarik wisata

Pasar Terapung Lok Baintan merupakan salah satu warisan budaya Banjar yang memiliki nilai sejarah, tradisi, dan daya tarik wisata

Banjarmasin – Pasar Terapung Lok Baintan merupakan salah satu warisan budaya Banjar yang memiliki nilai sejarah, tradisi, dan daya tarik wisata yang harus terus terjaga kelestariannya. Keberadaan pasar terapung ini tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Banjar. Akan tetapi, juga berpotensi besar dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Dewan Budaya Banjar, H. A. Sya’rani, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa Pasar Terapung Lok Baintan perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Sehingga dapat melestarikan budaya bahkan penyediaan fasilitas yang memadai.

Menurutnya, sungai merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Banjar. Dari sungai, tumbuh berbagai tradisi, aktivitas ekonomi, serta nilai-nilai sosial dan religius yang menjadi bagian penting dari identitas urang Banjar. Nuansa agamis yang terasa setelah pelaksanaan ibadah dan ritual Subuh di kawasan pasar terapung menjadi simbol kuat budaya Banjar yang menjunjung tinggi nilai keimanan.

“Pasar Terapung Lok Baintan harus kita lestarikan bersama. Ini merupakan warisan budaya Banjar yang sangat berharga dan menjadi kebanggaan daerah. Jangan sampai tradisi yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita perlahan-lahan hilang akibat kurangnya perhatian dan dukungan,” ungkap H. A. Sya’rani.

Ia menambahkan bahwa bagi masyarakat Banjar, bekerja bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan juga bagian dari ibadah. Setiap ikhtiar dilakukan untuk meraih keberkahan dan rida Allah Swt. Nilai tersebut tercermin dalam aktivitas para pedagang yang memulai kegiatan sejak dini hari dengan semangat, kejujuran, dan ketekunan.

“Karakter inilah yang menjadi identitas urang Banjar yang inklusif. Kita ingin membangun banua yang baiman, bauntung, dan batuah, yaitu daerah yang beriman, memperoleh keberuntungan, serta memiliki keberkahan dan manfaat bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya dukungan dan fasilitasi dari pemerintah daerah, khususnya dalam meningkatkan sarana dan prasarana penunjang bagi pedagang, pengunjung, serta wisatawan yang datang ke Pasar Terapung Lok Baintan.

Baca Juga:  AMAN Kalsel Deklarasikan Dukungan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Fasilitas yang memadai, seperti akses transportasi sungai yang aman, dermaga yang layak, kebersihan lingkungan, fasilitas sanitasi, tempat istirahat. Selain itu, promosi wisata yang berkelanjutan, memiliki milai penting untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus menjaga kelangsungan aktivitas pasar tradisional tersebut.

Selain itu, pemberdayaan para pedagang dan masyarakat setempat juga perlu menjadi perhatian. Dengan adanya pembinaan, dukungan ekonomi, dan promosi yang tepat, Pasar Terapung Lok Baintan akan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

H. A. Sya’rani juga mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan budaya Banjar. Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga adat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

“Melestarikan Pasar Terapung Lok Baintan berarti menjaga identitas dan jati diri masyarakat Banjar. Kita berharap pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh elemen budaya dapat bersinergi agar pasar terapung ini tetap hidup dan berkembang tanpa kehilangan nilai tradisionalnya,” tambahnya.

Badan Pengurus Pusat Dewan Budaya Banjar berharap Pasar Terapung Lok Baintan dapat terus bertahan sebagai destinasi wisata budaya unggulan Kalimantan Selatan. Selain itu, dapat menjadi bukti nyata bahwa tradisi lokal mampu bertahan dan berkembang di tengah kemajuan zaman.

Warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas yang harus dijaga untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

Berita Terkait

Dewan Budaya Banjar Mengucapkan Selamat Hari Batik Nasional 2026
Aksi Cepat Tanggap, TP PKK Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Banjarmasin
Lima Abad Banjarmasin, Dewan Adat Banjar Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Banjar
Monev MUI Pusat di Kalsel: Ukur Capaian Program, Perkuat Organisasi Hadapi Tantangan Zaman
Toleransi Di Era Cancel Culture dan Komentar Pedas
Warga RT 64 Teluk Dalam Terima Bantuan Air Bersih dan Tandon dari PT Air Minum Bandarmasih
FKP Kalsel Dorong UMKM Naik Kelas, 50 Pemuda dan Pelaku Usaha Ikuti Pelatihan
Prof KH Asep Saifuddin Halim Lantik Pengurus JKSN Kalimantan Selatan, Syahruddin Resmi Menjabat Ketua

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:55 WITA

Hari Kesaktian Pancasila, Tanah Bumbu Gelar Tabligh Akbar dan Layanan Publik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:49 WITA

Andi Rudi Latif Beri Penghargaan kepada Personel Polres Tanah Bumbu atas Kinerja P4GN

Selasa, 29 September 2026 - 21:34 WITA

Optimalisasi Pelayanan Publik, Pemkab Tanah Bumbu Renovasi Kantor Bupati

Selasa, 29 September 2026 - 09:46 WITA

DPRD Tanah Bumbu Gelar Paripurna, Bupati Jawab Satu per Satu Pandangan Fraksi soal RAPBD Perubahan 2026

Senin, 28 September 2026 - 16:22 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Dorong IKM Tanah Bumbu Naik Kelas Lewat AKSI KEMAS

Rabu, 23 September 2026 - 10:05 WITA

RDP DPRD Tanah Bumbu Bahas Polemik Desa Dadap Kusan Raya, Warga Minta Kades Diberhentikan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:02 WITA

DPRD Tanah Bumbu Apresiasi Pengungkapan Narkotika Polres, Generasi Muda Jadi Sorotan

Rabu, 16 September 2026 - 01:37 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Buka Pelatihan Operator Trintin 2026, Gratis!

Berita Terbaru

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Banjar

Profesi Ners ULM Gelar “DESA TANGGAP KARHUTLA”

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:27 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x