Batola – Smart Service Centre Pusat Layanan Usaha Terpadu (SSC PLUT) UMKM BAIMAN, sebuah model pelayanan terpadu yang terancang untuk mengubah pola pembinaan UMKM menjadi lebih komprehensif, terintegrasi, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan riil pelaku usaha. Kegiatan tersebut terselenggara pada Senin (21/09/2026) di Aula Selidah Marabahan.
Tidak hanya launching saja, acara yang berisi UMKM di Batola ini juga terangkai juga dengan kurasi produk UMKM. Yang berhasil lulus kurasi, produk UMKM nya, akan dipajang dan dijual di salah satu gerai ritel modern yang ada di Batola.
Melalui SSC PLUT UMKM BAIMAN, pelaku UMKM akan mendapat dukungan mulai dari data tunggal terpadu. Kemudian mendapat arahan dan memperoleh layanan konsultasi sesuai kebutuhannya pada lima bidang utama. Seperti kelembagaan, sumber daya manusia, produksi, pemasaran, dan pembiayaan.
“Dengan pola tersebut, pembinaan UMKM tidak lagi dilakukan secara parsial. Data dan kebutuhan setiap pelaku usaha dapat dipetakan sehingga intervensi pemerintah, lembaga pembiayaan, dunia usaha, maupun stakeholder lainnya dapat diberikan secara lebih tepat sasaran,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Barito Kuala Hery Sasmita.
Sementara itu terkait kurasi produk UMKM, Hery mengatakan satu langkah menuju UMKM naik tingkat. Produk UMKM yang lulus kurasi akan masuk Indomaret.
“Total ada 35 produk UMKM yang ikut kurasi,” ungkap Hery.
Bagi yang tidak lulus kurasi Hery mengatakan jangan bersedih hati. Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Barito Kuala akan membina hingga produknya bisa ke ritel modern.
“Yang tidak lulus kurasi, 2027 akan kita ikutkan lagi,” janjinya.
Bupati Batola, Bahrul Ilmi mengharapkan UMKM akan naik kelas. Oleh karena itu, ia berharap UMKM Batola bisa bersaing. Bahkan bisa tampil di tingkat nasional maupun internasional.
“Semoga dengan adanya SSC PLUT UMKM BAIMAN, UMKM kita bisa berkembang,” harapnya sembari mengatakan ini kesempatan UMKM Batola bisa berkembang dengan baik.
Sementara itu Deputi Branch Administrasi Indomaret Kantor Cabang Banjarmasin, Mulus Agung Perbawa mengatakan pihaknya menyediakan rak khusus UMKM. Bisa menampung 2-30 produk UMKM.
“Kami berharap UMKM Batola bisa naik kelas,” ujarnya.
Kurasi yang pertama kali terlaksana di Batola ini, mendapat antusias UMKM Batola. Pihaknya berharap produk mereka lulus uji kurasi dan bisa dipajang dan dijual.
“Kami sangat berharap lulus kurasi,” ujar Hariyanti salah satu pedagang UMKM kerupuk puyau asal Lepasan.
Hal ini sesuai dengan Arman, pemilik produk UMKM Keripik Cinta Mulia. Arman merasa sangat terbantu dengan adanya kurasi ini. Apalagi produk kripik singkongnya sudah dipastikan lulus kurasi dan akan di pajang dan dijual.
“Semoga dengan ini, produk kami bisa diketahui orang banyak. Selama ini penjualan hanya dilakukan di rumah saja,” ujarnya.















