Martapura – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Sosialisasi Penyebarluasan Informasi Bursa Kerja dan Penyuluhan Bimbingan Jabatan Tahun 2026. Kegitan tersebut terlaksana di Aula Kampus 1 STIKES Intan Martapura, Kamis (21/05/2026). Mahasiswa dan peserta umum mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait dunia kerja, pengembangan kompetensi, hingga kewaspadaan terhadap praktik kerja ilegal.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjar, Hj. Siti Mahmudah, SH., MH. membuka langsung acara. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi STIKES Intan Martapura yang telah bersedia menjadi tuan rumah sekaligus memfasilitasi kegiatan sosialisasi ketenagakerjaan tersebut.
“Kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah sangat penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja saat ini,” ujarnya.
Dalam paparannya, Hj. Siti Mahmudah mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Banjar mengalami kenaikan dari 2,71 persen pada tahun 2024 menjadi 2,76 persen pada tahun 2025. Meski demikian, penempatan tenaga kerja di sektor formal tercatat mencapai sekitar 2.500 orang. Namun, tantangan ketenagakerjaan masih berhadapan pada kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang mencapai 146 kasus sepanjang tahun 2025.
Selain itu, Disnaker Kabupaten Banjar terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui berbagai pelatihan kerja. Pada periode 2024–2025, sekitar 500 peserta mendapatkan pelatihan berbasis kewirausahaan . Akan tetapi, tingkat keberhasilan peserta menjadi wirausaha masih berada di bawah 50 persen.
Untuk tahun 2026, pelatihan kerja akan lebih fokus pada kebutuhan pasar kerja, seperti keterampilan keamanan, operator mesin, hingga bidang kesehatan yang saat ini memiliki peluang cukup besar.
“Tenaga kesehatan saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan medis. Mereka juga harus menguasai teknologi informasi, memiliki komunikasi yang baik, mampu mengelola stres kerja, dan mengoperasikan alat kesehatan modern,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Siti Mahmudah juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar berhati-hati terhadap maraknya penipuan lowongan kerja ilegal yang menawarkan gaji besar tanpa prosedur resmi.
“Jangan mudah tergiur tawaran kerja dengan iming-iming penghasilan tinggi tanpa proses yang jelas. Pastikan perusahaan penyalur tenaga kerja memiliki izin resmi dan terdaftar di instansi berwenang,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banjar secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Penyebarluasan Informasi Bursa Kerja dan Penyuluhan Bimbingan Jabatan Tahun 2026.
Selain sambutan dan sosialisasi ketenagakerjaan, kegiatan ini juga berisi pemaparan materi mengenai penyuluhan dan bimbingan jabatan kepada pencari kerja, peluang kerja ke luar negeri, serta pencegahan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural. BP3MI Kalimantan Selatan, M. Andry Suryadi, S.Psi sebagai narasumber menyampaikan materi tersebut.
Dalam pemaparannya, M. Andry Suryadi menekankan pentingnya masyarakat memahami prosedur resmi sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri. Ia menjelaskan bahwa masih banyak kasus pekerja migran non prosedural yang berangkat tanpa dokumen resmi sehingga rentan mengalami eksploitasi, penipuan, hingga persoalan hukum di negara tujuan.
Ia juga memberikan informasi terkait peluang kerja ke luar negeri yang legal dan aman, sekaligus mengajak peserta untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Sementara itu, Ketua STIKES Intan Martapura, Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai dunia kerja dan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut demi meningkatkan kualitas lulusan STIKES Intan Martapura,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Unit Pusat Karir STIKES Intan Martapura, M. Noor Ifansyah, S.Kep., Ns., M.Kep. Ia menilai sosialisasi tersebut menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami peluang kerja sekaligus tantangan di lapangan.
“Kegiatan ini sangat membantu mahasiswa dalam memahami kebutuhan dunia kerja saat ini. Informasi mengenai kompetensi tambahan, peluang kerja luar negeri, dan kewaspadaan terhadap lowongan kerja ilegal menjadi bekal penting bagi lulusan sebelum terjun ke masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dan peserta dapat lebih siap menghadapi persaingan dunia kerja sekaligus memiliki pemahaman yang baik terkait pengembangan karier, peluang kerja yang aman, serta ketenagakerjaan yang profesional.















