Tanah Laut – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut tidak hanya menguji ketahanan warga, tetapi juga kemampuan pemerintah daerah dalam memastikan bantuan tetap sampai ke tangan mereka yang membutuhkan. Di tengah keterbatasan anggaran, Dinas Sosial (Dinsos) Tanah Laut memilih bergerak dengan cara berbeda: merajut kolaborasi lintas instansi dan relawan sebagai urat nadi pelayanan darurat.
Ruang gudang Dinsos di Jalan H Boejasin, Pelaihari, pun berubah wajah. Sejak Kamis (1/1/2025), aroma masakan dari dapur umum menggantikan suasana rutin perkantoran. Puluhan personel dari berbagai lembaga berdiri di satu barisan dengan memasak, mengemas, hingga menata ribuan nasi bungkus untuk dikirimkan ke wilayah terdampak banjir.
Beras untuk dapur umum sebagian besar dipasok oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tala. Hingga Sabtu (3/1/2025), tak kurang dari 6 ton beras Bulog telah dikeluarkan, dilengkapi bahan tambahan berupa telur dan mi instan dari Dinsos.
Kepala Dinsos Tanah Laut, Eko Trianto, tidak menampik bahwa persoalan anggaran menjadi tantangan utama. Namun, kondisi tersebut tidak lantas menjadi alasan untuk memperlambat pelayanan.
“Logistik memang masih terbatas karena penganggaran belum bisa berjalan maksimal. Karena itu kami melibatkan banyak pihak agar pelayanan ke masyarakat tetap berlanjut,” ujarnya.
Taruna Siaga Bencana (Tagana), BPBD, PMI, TKSK, hingga para relawan turut memperkuat jalur distribusi. Setiap hari, sekitar 2.500–3.000 bungkus nasi disalurkan ke tiga kecamatan terdampak: Kurau, Bati-Bati, dan Bumi Makmur. Jumlah bantuan disesuaikan berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan pemerintah desa.
Di beberapa wilayah, solidaritas warga juga mulai tumbuh. Sejumlah desa membuka dapur umum mandiri, salah satunya di Desa Benua Raya, Kecamatan Bati-Bati. Kendati demikian, Dinsos tetap menyiapkan bantuan tambahan apabila kapasitas desa belum mencukupi.
Untuk hari ini, permintaan bantuan pangan dari Kecamatan Bumi Makmur khususnya Desa Bumi Harapan dan Kurau Utara mencapai 1.100 bungkus nasi. Distribusinya diambil langsung oleh perangkat desa menggunakan ambulans.















