Dua Hari Hilang, Petani Ditemukan Tewas Diterkam Buaya di Sungai Manunggul

- Penulis

Rabu, 21 Mei 2025 - 21:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani di Kotabaru tewas diterkam buaya saat berenang di Sungai Manunggul, jasad ditemukan dua hari kemudian. / Humas Polres Kotabaru

Petani di Kotabaru tewas diterkam buaya saat berenang di Sungai Manunggul, jasad ditemukan dua hari kemudian. / Humas Polres Kotabaru

Kotabaru – Tim pencarian menemukan jasad SM (34), seorang petani asal Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru, dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa (20/5/25) pagi, setelah dua hari dinyatakan hilang. Warga dan tim pencarian gabungan menemukan tubuh korban mengambang di perairan Sungai Manunggul, sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian.

SM sebelumnya hilang pada Minggu sore, 18 Mei 2025. Menurut Kesaksian, warga menyaksikan seekor buaya menerkam korban saat korban berenang menuju perahunya di sekitar Dermaga Kudung Sungai Manunggul KM 1, setelah ia membantu melepas mata pancing yang tersangkut di dasar sungai.

“Saat korban berenang kembali ke perahu, buaya tiba-tiba muncul dan menyeretnya ke dasar sungai,” ujar salah satu saksi mata.

Warga setempat langsung berkoordinasi dengan tim SAR gabungan. Operasi pencarian melibatkan personel dari Basarnas, BPBD, TNI, Polsek Sungai Durian, dan Muspika setempat. Tim menyisir sungai selama dua hari sebelum akhirnya menemukan jasad korban.

Baca Juga:  Kotabaru Susun Roadmap Geopark untuk Kembangkan Wisata dan Konservasi

Kondisi jenazah memperkuat dugaan bahwa SM meninggal akibat serangan buaya. Tubuh korban mengalami luka parah di sekujur tubuh, serta perdarahan di bagian telinga, hidung, dan mata. Perut korban juga tampak membengkak. Tim medis kemudian membawa jenazah ke Puskesmas Sungai Durian untuk pemeriksaan lanjutan.

Kapolsek Sungai Durian, IPTU Tri Wibawa, S.H., M.M., menyatakan pencarian resmi ditutup setelah jasad korban ditemukan.

“Kami langsung apel penutupan di lokasi dan seluruh tim kembali ke pos masing-masing,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan bahaya serangan buaya di perairan Kalimantan Selatan, khususnya di Sungai Manunggul. Aparat mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di dekat sungai, yang menjadi habitat alami hewan buas tersebut.

(Sumber: Humas Polres Kotabaru)

Berita Terkait

Kotabaru Perkuat Kolaborasi Lintas Dinas untuk Kembangkan Geopark Meratus Klaster Saijaan Bersujud
Kotabaru Susun Roadmap Geopark untuk Kembangkan Wisata dan Konservasi
Kotabaru Terapkan E-BMD, Seluruh SKPD Ditargetkan Kelola Aset Secara Digital
Bupati Kotabaru Pimpin Apel Harhubnas 2026, Empat Sekolah Terima Penghargaan UKS
Bupati Kotabaru Bahas Pengelolaan Air Bersih Bersama PT Sime Darby Guthrie International
Bupati Kotabaru Pantau Jalan Menuju Pelabuhan Sebelimbingan-Tarjun
Bupati Kotabaru Tinjau Pembangunan Kantor, 10 Gedung Baru Direncanakan pada 2027
Wakil Bupati Kotabaru Hadiri Haul ke-23 Guru Cantung, Ribuan Jemaah Memadati Lokasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Hery Sasmita Raih Peringkat Terbaik I PKN Tingkat II

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:24 WITA

Pemkab Barito Kuala Dorong Pemanfaatan Satu Data Untuk Perkuat Pembinaan UMKM

Rabu, 23 September 2026 - 11:03 WITA

UMKM Batola Naik Kelas, SSC PLUT BAIMAN Buka Jalan ke Ritel Modern

Rabu, 15 April 2026 - 21:59 WITA

Muscablub Gerakan Pramuka Barito Kuala Momentum Untuk Penataan Organasasi

Jumat, 28 November 2025 - 17:46 WITA

In House Training Mahasiswa Magister Administrasi Pendidikan ULM Dorong Pembelajaran Berkelanjutan di Sekolah Berbasis Lahan Basah

Senin, 1 September 2025 - 20:38 WITA

Mendorong Desa Modern, UNUKASE Gelar Seminar di Kecamatan Tabukan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x