Redistribusi Guru ASN untuk Sekolah Swasta Dimulai Tahun Ini, Simak Syaratnya!

- Penulis

Minggu, 19 Januari 2025 - 13:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi guru dan siswa di sekolah. Simak syarat dan kriteria guru PNS dan PPPK bisa mengajar di sekolah swasta mulai tahun 2025.

Ilustrasi guru dan siswa di sekolah. Simak syarat dan kriteria guru PNS dan PPPK bisa mengajar di sekolah swasta mulai tahun 2025.

Batulicin – Mulai tahun 2025, guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kini resmi diperbolehkan mengajar di sekolah swasta. Kebijakan ini menjadi angin segar untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar di berbagai daerah.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 1 Tahun 2025, yang telah ditandatangani oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada 14 Januari 2025 dan diundangkan pada 16 Januari 2025.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjawab persoalan distribusi guru yang tidak merata, terutama di sekolah-sekolah swasta yang sering kali menghadapi kekurangan tenaga pengajar.

“Permendikdasmen ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memenuhi aspirasi masyarakat, sekaligus mengatasi kekurangan guru di sekolah swasta. Ini juga diharapkan membantu pemerataan distribusi tenaga pengajar di berbagai wilayah,” ujar Abdul Mu’ti di Istana Kepresidenan, Jumat (17/1).

Untuk dapat mengajar di sekolah swasta, guru ASN harus memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya:

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV).
  • Sehat jasmani, rohani, serta bebas dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
  • Tidak pernah dikenai hukuman disiplin sedang atau berat.
  • Tidak sedang menjadi tersangka, terdakwa, atau terpidana.

Selain itu, kriteria khusus berlaku bagi guru PNS dan PPPK:

  • Guru PNS: Memiliki pangkat minimal Penata Muda Tingkat I (Golongan III/b) dan penilaian kinerja guru dengan sebutan minimal “Baik” selama dua tahun terakhir.
  • Guru PPPK: Memiliki jabatan minimal Guru Ahli Pertama serta hasil penilaian kinerja dengan sebutan minimal “Baik.”
Baca Juga:  Dosen Divisi Maternitas STIKES Intan Martapura Berikan Penyuluhan Di Desa Sungai Tuan Ulu

Sekolah Swasta Harus Memenuhi Syarat
Tidak semua sekolah swasta bisa menerima guru ASN. Satuan pendidikan penerima redistribusi guru ASN harus memiliki izin operasional dari pemerintah daerah, terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) minimal tiga tahun, dan melaksanakan kurikulum yang ditetapkan kementerian.

Sekolah juga harus memiliki peserta didik dengan jumlah sesuai ketentuan, menerima dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), serta memiliki anggaran penerimaan pendidikan lebih kecil dari kebutuhan operasional.

Pelaksanaan Redistribusi Guru ASN
Proses redistribusi guru ASN akan dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) berdasarkan rekomendasi Tim Pertimbangan Redistribusi Guru ASN. Tim ini terdiri dari unsur dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan badan kepegawaian daerah.

Mu’ti berharap kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di Indonesia. “Redistribusi guru ASN diharapkan mampu menciptakan pemerataan tenaga pengajar di sekolah negeri maupun swasta,” tegasnya.

Dengan kebijakan baru ini, diharapkan kualitas pendidikan di sekolah swasta dapat meningkat dan memberikan kesempatan bagi lebih banyak siswa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Apakah ini akan menjadi solusi efektif? Hanya waktu yang akan menjawab.

Berita Terkait

Mahasiswa Profesi Ners ULM Angkatan XXV Jalin Kolaborasi dengan Penyuluh KB Karang Intan
Mahasiswa PMTK Eksplorasi Etnomatematika di Masjid Nurul Amilin Banjarmasin
Dukung Mutu Pendidikan, Rektor UNUKASE Antusias Sambut Program PP-PTS 2025
Enstitu Sosyal Turkiye Kagum dengan Peran Muhammadiyah dalam Pendidikan
Pelantikan Rektor UNISKA: UNUKASE Siap Perkuat Sinergi Pendidikan Kalsel
Beasiswa Pendidikan Balangan: UNUKASE Siap Cetak 1.000 Sarjana Baru
UNUKASE Dorong Dosen Tembus Jurnal Internasional Lewat Workshop Bersama Prof. Jakaria
Rektor UNUKASE Dorong Peningkatan IPM dan Wisata Religi di Forum Renstra Kabupaten Banjar

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:15 WITA

DWP Tanah Bumbu Sosialisakan Cegah Anak Kecanduan Smartphone

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:17 WITA

Peringatan HUT Tala ke-60, Bupati Rahmat Trianto Imbau Masyarakat dan Perusahaan Ucapkan Hari Jadi Tala dengan Bunga Hidup, Bukan Karangan

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 22:38 WITA

Desa Sarimulya Meraih Predikat Terbaik dalam Adipura Lokal Tanah Bumbu 2025

Selasa, 1 Juli 2025 - 15:04 WITA

STIKES Intan Martapura Gelar Pelatihan BTCLS bagi Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir

Jumat, 21 Maret 2025 - 19:56 WITA

Pererat Hubungan, UNUKASE Hadiri Buka Puasa Bersama Polda Kalsel

Senin, 10 Maret 2025 - 12:08 WITA

Pemkab Tanbu Alokasikan Rp64 Miliar Dukung Program MBG

Sabtu, 25 Januari 2025 - 04:10 WITA

Ahmad Muzani: IKN Akan Jadi Ibu Kota Politik pada 2028

Senin, 20 Januari 2025 - 10:45 WITA

Seminar Proposal UNUKASE: Merupakan Puncak dari Proses Akademik

Berita Terbaru

HWPL menyelenggarakan “DPE–HWPL Peace Education Teacher Graduation Ceremony” di Maseru lesotho pada (13/03/2026).

Internasional

HWPL Selenggarakan Wisuda Guru Pendidikan Perdamaian di Lesotho

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:45 WITA

HWPL Global Branch 12 menyelenggarakan kegiatan “2026 HWPL Cambodia Religious Youth Peace Camp” di Asia Euro University, Phnom Penh, Kamboja

Internasional

Kamp Pendidikan Perdamaian Agama Digelar di Phnom Penh, Kamboja

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:37 WITA

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x