Batulicin – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengadakan konsultasi publik terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, Senin (4/11) di Batulicin.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tanbu, Ambo Sakka, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan agar KLHS ini bisa menjadi pedoman dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Alhamdulillah hari ini Pemkab Tanbu bersama Tim Ahli dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menyusun KLHS ini hingga dapat menjadi pedoman nantinya,” ujar Sekda.
Menurutnya, berbicara lingkungan tidak hanya tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saja, tetapi perlu keterpaduan berbagai pihak.
“Lingkungan ini tentu berkaitan pula dengan bencana yang bisa di deteksi di daerah ini,” paparnya.
Seperti kita ketahui bersama, bencana banjir masih menjadi permasalahan yang Tanbu hadapi setiap tahunnya dan terus berulang. Seperti di Satui dan Kusan Hulu.
Agar banjir tidak terulang, maka perlu kajian mendalam. Seperti apakah perlu memperdalam aliran sungai, normalisasi sungai, atau membuat sungai buatan, dan lainnya.
“Banjir ini harus benar-benar kita kaji dan cari solusinya. Rencanakan dan anggarkan,” ujarnya.
Sekda berharap melalui KLHS ini Pemerintah Daerah saling bersinergi dengan Tim Peneliti dari ULM tentang apa yang harus di kaji secara menyeluruh. Terutama yang menjadi krusial dalam lingkungan di Tanah Bumbu. Sehingga nantinya bisa memberikan rekomendasi terkait yang harus di lakukan oleh pemerintah daerah, perusahaan, dan pihak lainnya.
Konsultasi publik ini juga menghadirkan narasumber dari ULM Banjarmasin, tenaga ahli penyusunan KLHS RPJMD Tanbu, Kepala DLH Tanbu Rahmad Pratopo Udoyo, serta perwakilan dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Tanah Bumbu.















