Pelitanusantara.net, Martapura – Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Program pencegahan stunting merupakan satu fokus pemerintah saat ini. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal.
Prodi Sarjana Administrasi Rumah Sakit Stikes Intan Martapura berkolaborasi dengan PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan menggelar lomba Kreasi Olahan Sehat Anti Stunting (KOSAS) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di aula Kantor Kecamatan Simpang Empat, Senin (27/11/2023).
Ada 13 desa yang mengikuti lomba diantaranya Sungai Tabuk, Batu Balian, Cabi, Lawiran, Paku, Paring Tali, Pasar Lama, Sungai Langsat, Sungai Raya, Simpang Empat, Sungkai Baru, Sungkai, dan Tanah Intan, setiap desa mengirimkan tiga orang perwakilan kader desa mereka.
Acara dihadiri Senior Manajer Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIP3B Kalimantan Rahayu Arimby, Sekretaris Camat Erena Novianty S.Pi, Ketua Stikes Intan Martapura Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH., Ketua TP PKK Kecamatan Simpang Empat Hilaliyah, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Raihana Norfitri, SST., M.Keb., pegawai Kecamatan Simpang Empat, Srikandi PLN UIP3B Kalimantan, serta dosen Stikes Intan Martapura.
Erena Novianty selaku Sekretaris Camat Simpang Empat dan mewakili Camat Simpang Empat yang tidak bisa berhadir menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan KOSAS.
“Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Stikes Intan Martapura beserta PLN UIP3B Kalimantan yang memilih dan memberi kesempatan kepada Kecamatan Simpang Empat sebagai tempat lomba, sehingga warga kami bisa bersama mencegah dan mengurangi angka stunting,” ujar Erena.

“Stunting merupakan masalah kita bersama. Jika anak kita stunting maka kualitas anak kita menurun dan susah untuk berkompetisi,” tambah Erena.
Rahayu Arimby selaku Senior Manajer Keuangan, Komunikasi dan Umum UIP3B Kalimantan menyampaikan sebagai langkah awal menyelamatkan anak-anak bangsa dari stunting selain komitmen, juga perlu kolaborasi berbagai pihak untuk memastikan program penurunan stunting berjalan dengan baik.
Kegiatan diisi pelatihan dalam bentuk lomba kreasi olahan sehat anti stunting. “Kita paham betul bahwa salah satu indikator pencegahan stunting yaitu peningkatan gizi,” kata Rahayu Arimby.
Hj. Zubaidah, SST., S.Kep., MPH. selaku Ketua Stikes Intan Martapura mengucapkan, kegiatan ini merupakan kerjasama kedua bersama PLN UIP3B Kalimantan. Kegiatan ini kali merupakan bentuk pengabdian masyarakat kolaborasi Stikes Intan Martapura berkolaborasi dengan PLN sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional.
“Kami senang sekali bisa berkolaborasi dengan PLN. Kami sangat berterima kasih kepada PLN yang peduli tentang kesehatan dan peduli bagaimana mengatasi stunting. Jadi inilah gerakan PLN bersama kampus untuk mengabdikan diri di. Masyarakat,” katanya.

Kasus stunting menjadi tantangan pada ibu-ibu bagaimana membuat anak mudah dan suka makan terutama makanan bergizi. Karena itu penggerak PKK dituntut untuk membuat kreasi makanan yang menarik dan bergizi, agar gizi anak terpenuhi dan dapat menurunkan angka stunting menjadi nol.
Para kader sangat bersemangat dalam mengikuti lomba ini. Hasil resep olahan dari seluruh desa ini akan dibuat menjadi “buku kumpulan resep” mengatasi stunting dengan berbagai olahan berbahan dasar lele yang sederhana, murah dan bergizi, yang nantinya bisa disebarluaskan untuk masyarakat luas terutama masyarakat di daerah Kecamatan Simpang Empat khususnya.















