Banjar – Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) terus mengembangkan berbagai program untuk mencapai visinya menjadi universitas unggul di bidang moral, intelektual, kepemimpinan, sinergi, dan jiwa kewirausahaan pada tingkat nasional pada tahun 2030.
Salah satu upaya nyata adalah pengintegrasian kewirausahaan dalam pembelajaran. Dr. Edy Setyo Utomo, dosen mata kuliah Aspek Hukum Dalam Ekonomi, mendorong mahasiswanya untuk mempraktikkan teori yang dipelajari di kelas ke dalam dunia nyata.
“Saya mengajari mahasiswa bagaimana memulai usaha. Teori tanpa praktik tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa maupun masyarakat,” ujar Dr. Edy, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Pesantren Indonesia Kalimantan Selatan, Senin (9/12/2024).
Dr. Edy menjelaskan bahwa praktik kewirausahaan mencakup berbagai hal, mulai dari manajemen bisnis, penghitungan harga pokok produksi, hingga pembuatan laporan keuangan seperti neraca laba rugi. Mahasiswa juga diajarkan aspek hukum, seperti penyusunan perjanjian bisnis dengan mitra usaha dan pengurusan perizinan.
Praktik kewirausahaan ini mendapat sambutan positif dari mahasiswa. Zahra Mufida, salah satu mahasiswi UNUKASE, menyatakan bahwa program ini sangat membantunya mengembangkan potensi diri.
“Kewirausahaan adalah cara bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja setelah lulus. Penting bagi kami untuk terus belajar agar dapat menjadi wirausahawan yang sukses,” tuturnya.
Kewirausahaan kini dianggap sebagai keterampilan kunci yang tidak hanya relevan untuk mendirikan bisnis, tetapi juga dalam berbagai bidang pekerjaan. Oleh karena itu, institusi pendidikan seperti UNUKASE terus mendukung mahasiswa untuk terlibat dalam pengalaman kewirausahaan selama masa studi mereka.
Langkah ini sejalan dengan visi UNUKASE untuk mencetak lulusan yang kompetitif di tingkat nasional sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
(Humas UNUKASE/Mpd)















