Tanah Bumbu – Di tengah gejolak politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu), sosok H. Risdianto Haleng, calon legislatif DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menunjukkan sebuah tradisi yang kental dengan nuansa religius. Pada Senin (12/01), H. Risdianto Haleng menggelar sholat hajat berjamaah di kediamannya di Batutilicin.
Kegiatan dimulai dengan sholat maghrib berjamaah yang dipimpin oleh Tuan Guru Yusri Hariri, Ketua Majelis Ta’lim Al Yusra. Atmosfer keagamaan semakin terasa dengan kehadiran Guru Yusri Hariri sebagai imam. Dilanjutkan dengan sholat hajat berjamaah yang dipimpin oleh Tuan Guru Mahfuz, suasana semakin kental dengan aroma spiritualitas yang dipancarkan.
Namun, di balik kerinduan spiritual, tujuan politik yang kuat turut mengiringi setiap langkah dalam acara ini. Dengan Pemilu yang semakin dekat, tidak dapat dipungkiri bahwa agenda politik memainkan peran utama. Sholat hajat ini bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga merupakan ajang untuk menarik dukungan dan doa bagi pemenangan suara PKB di Pemilu yang tinggal 3 hari lagi, serta pasangan calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan dan Cak Imin (Amin).
“Tahun ini merupakan tahun pemilu, dan kami menjalankan sholat hajat ini dengan tujuan yang sangat jelas, yakni untuk memenangkan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan dan Cak Imin (Amin),” ungkap H. Risdianto Haleng.
H. Risdianto Haleng dan para pendukungnya menjadikan sholat hajat sebagai sarana untuk memohon kemenangan dalam pencalonannya. Dalam doa-doa yang dipanjatkan, mereka tidak hanya memohon keberkahan dari Yang Maha Esa, tetapi juga kesuksesan dalam menggalang dukungan politik. Keberhasilan PKB dan pasangan calon presiden yang mereka dukung menjadi fokus utama dari doa-doa yang terucap.
Setelah berdoa dan membaca surah Yasin bersama tamu yang hadir, acara dilanjutkan dengan sholat isya berjamaah. Suasana kebersamaan terasa kental dalam doa-doa yang dipanjatkan. Para tamu yang hadir, termasuk kerabat dan tetangga H. Risdianto Haleng, turut menyemarakkan suasana.
Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama, di mana kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tidak terlewatkan. Diskusi mengenai visi-misi partai turut menghangatkan suasana.
Pada akhirnya, peristiwa tersebut menjadi sebuah cerminan bahwa dalam menjalani perjuangan politik, aspek spiritual dan kebersamaan komunitas memiliki peran yang tak terpisahkan.















